Rekrutmen Karyawan SP NHM di Desa Akelamo Kao, diduga Abaikan Rekomendasi Pemdes

  • Share

Halut-Teropongmalut.com, Rekrutmen karyawan Sosial Performec (SP) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang dilakukan oleh Manajemen SP pada sejumlah Desa lingkar tambang saat ini menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat.

Sebab apa yang diharapkan masyarakat dengan fakta rekrutmen karyawan SP oleh oknum karyawan yang di tugaskan di Desa tidak sesuai kesepakatan sebelumnya.

Mardianto Zulkarnain yang ditugaskan oleh manajemen SP untuk melakukan rekrutmen karyawan SP di Desa tidak mau mengakomodir rokomendasi dari Pemerintah Desa.

“Mardianto SP itu di anggap sengaja bermain dalam perekrutan tenaga SP di Desa,” kata Ketua Pemuda Januar Siapu, kepada Teropongmalut.com Selasa (26/10).

Mardianto Zurkarnain, kata Januar yang di percayakan PT NHM untuk merekrut karyawan SP yang ada di Desa Akelamo Cibok diduga bermain dalam perekrutan tenaga kerja SP Desa oleh PT NHM.

Ulah tersebut membuat masyarakat yang berada di Desa Akelamo Kao geram karena Mardianto tidak menerima rekomendasi Pemdes dan Masyarakat.

Aulia salah satu karyawan yang direkomendasikan oleh Pemdes dan masyarakat Desa Akelamo Kao sebagai tenaga kerja SP utusan dari desa Akelamo Kao itu, tidak di terima oleh oknum karyawan PT NHM, alasannya karena masi pandemik jadi ada beberapa SP desa yang belum di akomodir.

“Setelah dua bulan kemudian Aulia di kabarkan memilki marga yang sama dengan kepala desa makanya tidak bisa di rekrut, alasan selalu di berikan oleh oknum tersebut,” ungkap Ketua Pemuda Akelamo Kao Januar Siapu.

Menurut Januar, Mardianto salah satu Karyawan SP yang di percayakan NHM untuk merekrut karyawan SP di tingkat Desa, secara diam-diam menggantikan Aulia dengan salah satu temannya yang bernama At Iskandar Alam.

Pergantian tersebut tanpa berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dan masyarakat, dia melakukan sesuai dengan keinginannya sendri.

“Kami sangat sesalkan apa yang di lakukan oleh salah satu karyawan SP yang di percayakan NHM untuk merekrut karyawan di setiap Desa, karena tidak sesuai dengan mekanisme yang di lakukan,” ungkapnya.

Tindakan diskrimasi yang dilakukan oleh salah satu oknum SP itu mendapat kecaman keras dari pemuda Akelamo Kao, karena apa yang dia lakukan tidak ada koordinasi dengan masyarakat setempat bahkan dia juga tidak berkomunikasi dengan Pemdes setempat.

“Kami sebagai pemuda akelamo kao menolak Mardianto masuk ke Akelamo Kao, untuk merekrut karyawan SP.
Kami tidak percaya lagi dengan utusan SP NHM yang ada di Desa Akelamo Kao, karena apa yang di sepakati oleh masyarakat dan Pemdes tidak di gubris dengan baik, dan dia melakukan perekrutan sesuai dengan keinginannya sendiri,” tuturnya.

Terpisah Manager SP PT. NHM Hansed Piter Lasa saat dikonfirmasi teropongmalut.com via WhatsApp mengatakan bahwa untuk rekrutmen SP desa, manajemen telah memberikan kewenangan sepenuhnya kepada kepala desa untuk mengatur secara teknis melalui rekomendasi kades yang disampaikan kepada manajemen SP sebagai perwakilan dari desa tersebut,” ucap Hansed. (Ikwan/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *