Slider

SA Dipercayakan Sebagai Ketua FPII Halteng Sekaligus Membentuk Pengurus

Halteng TM.com – Mantan wartawan Posko Malut Samaun Alkatiri (SA) yang kini dimandatkan oleh Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Maluku Utara Junaedi Abdul Rasyid, ST untuk membentuk FPII di Kabupaten Halmahera Tengah sekaligus kembali meliput di wilayah Halteng menggunakan salah satu media online.

Hal ini disampaikan Samaun Alkatiri (SA) ketika melakukan silaturahmi Ahad, (11/08/2019) sore tadi di Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah.

Menurutnya Forum Pers Independent Indonesia (FPII) harus dibentuk di semua Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara ini. Sebab, banyak para rekan wartawan yang mendapat ancaman dari berbagai kalangan. Olehnya itu, saya dimandatkan sebagai ketua FPII di Halteng oleh Ketua FPII Provinsi Maluku Utara untuk membentuk pengurus di Halteng,” ucapnya.

Forum Pers Independent Indonesia (FPII) mulai dari Pusat sampai ke seluruh pelosok Provinsi dan Kabupaten/Kota telah dibentuk dan sudah ribuan wartawan perwakilan media pers independent yang tergabung dalam Forum Pers Indepenndent Indonesia di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” tandasnya.

FOTO : Wartawan Samaun Alkatiri Bersama La ode La Magi,
Pengurus FPII Korwil Halteng

Tujuan pembentukan pengurus FPII di Kabupaten Halmahera Tengah ini agar Pers jangan dianggap loyo. Sebagai insan pers pilar keempat dalam demokrasi serta tulang punggung kemajuan daerah dan bangsa ini. Selama hak kita dirampas, kita takkan pernah tinggal diam untuk melawan dan bila perlu turun kejalan sebagai bentuk ketidak terima wartawan serta protes,” jelasnya.

SA juga menegaskan bahwa sering terjadi para pejabat bertindak premanisme dan mengancam para wartawan. Ia juga menyatkan bahwa para wartawan bukanlah hewan yang perlakukan seenaknya, kami punya hak.

Dan stop kekerasan, intimidasi, diskriminasi terhadap pers. Kami tak pernah lelah meliput demi keadilan, serta memerangi ketidakadilan, serta jangan pernah katakan demi hukum, jika masih saja mengombang – ambing pemerataan hak dimata hukum, menginjak – injak hak wartawan serta merampas kebebasan wartawan,” tegasnya. (Ode)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *