Sekdis: Mutu Pendidikan di Halut berada diurutan ke 4 dari 10 Kab/Kota se-Malut

  • Share

Halut-TeropongMalut.com, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Utara A.J. Tutupagi S,Pd, mengungkapkan bahwa ukuran kemajuan pendidikan di Kabupaten Halut mengacu pada hasil survei Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi (LPMP).

“Jadi untuk Halut sendiri berdasarkan hasil rilis LPMP tahun 2019-2020 Halut saat ini suda menempati posisi ke 4 dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara. Demikian dijelaskan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Utara Teropongmalut.com pada Senin (4/10) pukul:14.00 wit. diruang.

Pada tahun-tahun sebelumnya yakni 2017-2018 lanjut Sekdis Pendidikan Halut hanya berada di urutan ke 6 dari 10 kabupaten/kota. “Itu artinya jika kita mengacu pada rilis LPMP bahwa halut saat ini suda ada penigkatan kualitas mutu pendidikan yang bisa dibilang ada capaian progres yang walaupun kita belum capai di angka100%,” ucap A.J. Tutupagi.

Lanjut A.J. Tutupagi untuk ketercapaian progres pelayanan pendidikan, mengacu pada standar dan program pelayanan pendidikan yang diatur secara nasional soal standar itu sendiri terdapat ada delapan (8) program yang harus dioptimalkan diantarnaya infrastruktur harus ada, dewan guru, rombangan belajar.

“Dengan tersidianya fasilitas pendidikan yang layak, tentunya mutu atau kualitas pendidikan akan baik pula, kita berharap kedepan pelayanan pendidikan di Kabupaten Halmahera Utara bisa lebih efektif dan efisien,” harapnya.

Untuk itu lanjut Tutupagi perlu didukung penyedian fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang harus memadai, seperti gedung sekolah, tenaga guru yang berkualitas dan sarana penujang lainnya.

“Nah untuk Halut sendiri yang kaitanya dengan gedung sekolah bangunannya memang suda tersedia sebelumnya,” jelasnya.

Di Halmahera Utara terdapat 209 unit gedung Sekolah Dasar (SD), 68 unit Gedung SMP, kemudian ransio siswa, ransio dewan guru harus sesuai.

“Nah untuk ransio dewan guru kita di Halut memang masi memiliki kekurangan, akan tetapi menyangkut dengan rombangan belajar atau fasilitas pendidikan dalam hal ini sekolah dan kebutuhan siswa di satuan pendidikan suda berimbang,” katanya.

A.J bilang, bahwa sekolah sudah mampu mengcover semua kebutuhan masyarakat atau kebutuhan pendidikan. “Artinya bahwa setiap anak didik atau rombangan belajar sudah dapat terlayani,” jelasnya.

“Kita di Halut saat ini memang jika di ukur dari ransio jumlah fasilitas pendidikan (gedung sekolah) yang terdiri dari 209 unit SD maka, diperlukan dewan guru yang seharusnya diisi di masing-masing SD itu kurang lebih 1,000-4,10 didalamnya sudah termasuk guru kelas maupun guru mata pelajaran, dengan demikian maka ransio kebutuhan dewan guru untuk NJOK dan guru swasta yang dibutuhkan khusus sekolah dasar itu diperkirakan diangka 1,300-1,400san,” katanya.

Sementara untuk dewan guru SD saat ini masi berada diangka 1. 021 dewan guru yang terdiri dari 209 SD.
siswa : 21.200
Jumlah rombel : 1.293
Jumlah guru : 1.021
Jumlah SD swasta : 66
Jumlah SD negeri : 143
total keseluruhan : 209 SD

Artinya bahwa tenaga guru khusus sekolah dasar masi memiliki kekurangan, begitu pula dijejang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kita masi kekurangan dewan guru bisa dilihat bahwa dari 67 SMP di Halut baik itu SMP-N maupum SMP Swasta dengan jumlah fasilitas pendidikan yang ada, tentu dewan guru yang harus terisi dimasing-masing sekolah berjumlah 864 dewan guru. Sementara guru-guru kita yang ada di badan sekolah masi di kisaran 315 guru dari prosentasi yang ada khusus dewan guru SMP yang seharusnya terisi itu berjumlah kurang lebih 549 guru dengan demikian jika semua kebutuhan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan sudah terpenuhi maka secara pasti mutu dan kulitas pendidikan kita di halut akan membaik. Dan untuk menilai itu instansi yang punya kewenangan menilai itu baik buruknya kualitas pendidikan kita instansi yang dimaksud disini adalah LPMP,” tuturnya.

Dapat kami sampaikan pula data base untuk Sekolah menengah pertama (SMP) di Halut serta rombongan belajar terdiri dari
SMP Negeri sebanyak 36 unit
SMP Swasta sebanyak 32 unit
Total siswa sebanyak 9.478
Total Rombel sebanyak 353.

Untuk problem pendidikan di Halut lain nya adalah tingkat ketercapaian tidak 100% normal karena ada beberapa indikator penyebab efektifitas proses belajar mengajar tidak berjalan normal karena pandemi covid19 misalnya.

  1. Proses belajar tatap muka terbatas ( dikurangi)
  2. Sebagian peserta didik maupun dewan guru tidak bisa mengoprasikan HP android dan
    3.akses jaringan berupa internet yang masi terdapat dibeberapa kecamatan di Halmahera Utara tidak ada kases jaringan berupa internet dan itu terdapat di Kao Barat.

“Sementara kita dituntut untuk menerapan sistem pendidikan yang berbasis online dan itu berlaku secara nasional. Akan tetapi bagi wilayah-wilayah yang belum terakses jaringan internet seperti Kao Barat kami suda punya solusi untuk itu,” katanya.

A.J. Tutupagi, mengaku untuk menjawab kebutuhan itu dinas pendidikan halmahera utara berharap dengan adanya program pemerintah pusat melalui seleksi PNS PP3K dapat menjawab itu semua.

“kami juga akan mendorong dewan guru agar lebih maksimal dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai guru-tutup,” pungkas A.J. Tutupagi. (Ikwan/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *