Slider

SMA-N 29 Halsel Mogok Belajar Berkepanjangan, Dikbud Provinsi Malut Diminta Ambil Sikap

Halsel | Teropongmalut.com, Siswa dan guru-guru serta alumni SMS-N 29 Halsel gelar aksi protes pemboikotan aktivitas belajar mengajar, pemalangan pintu kantor kepala sekolah dan ruang belajar lainya. Hal tersebut dikarenakan menolak Aswia A. Mutalib yang di PLT kan menjadi kepala sebagai sekolah dianggap membawa dampak yang buruk dan dapat merugikan sekolah, Senin (11/11)

Pasalnya penolakan ini, berdasarkan rekam jejak Aswia A. Mutalib yang dinilai akan dapat mebahayakan sekolah sebab dilihat dari perjalanan karirnya pernah lalai menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang pendidik pada saat menjadi kepala sekolah SMA-N 32 Halsel Kec. Gane barat Utara Halmahera Selatan.

Sementara Guru kesiswaan Fadli Abdullah ditemui Teropongmalut.com diruang kerjanya, mengharapkan penolakan ini secepatnya Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara dan Dinas Cabang Halsel segera mengambil langkah menyelesaikan masalah penolakan tersebut

“Harapan torang Dikbud Provinsi segera mengambil keputusan menyangkut dengan 2 kepemimpinan SMA-N 29 berdasarkan jalur dan mekanisme agar sejalan apa yang kami inginkan secara bersama kalau tidak dari pihak sekolah dan anak-anak siswa tetap bersih keras melakukan penolakan” Harapnya

Sementara salah satu guru wali kelas Mustain Asri juga menegaskan bahwa, Kondisis seperti ini tetap membangun komitmen bersama-sama menolak kehadiran Aswia A. Mutalib dengan berasalan yang sama.

“Kami secara totalitas menolaknyan karena pertimbangnan pernah cacat memimpin sekolah SMA-N 32 Halsel itu. kedatangan Aswia A. Mutalib bisa dibilang sangat membawa dampak buruk kepada siwa dengan catatan hitamnya itu” Tegas Mus sapaanya

Begitu juga perwakilan Alumni SMA-N 29 Iksan Muhammad mengecam kepada Dikbud Provinsi jangan atas dasar politik mengantikan guru yang bermasalah menjadi kepala sekoah dan jangan mengorbankan sekolah sebagai instrumen khazana pemanfaatan dan meraup keuntungan disitu.

“Dikbud harus objektif kalau bertujuan meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Tapi bukan berarti dengan seenaknya menempatkan guru yang sudah pernah melakukan noda di sekolah lain dan begitu mudah saja mengantikan guru senior yang sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya di sekolah ini, tentunya kami selaku alumni juga tidak akan tinggal diam melihat persoalan yang bibuat Dikbud Provinsi. Apabila Kadis Dikbud Tidak secepatnya mengantikan Aswia Muatalib sesuai tuntutan, makan kami selaku alumni akan bangun konsoludasi dan melakukan pemboikotan sekolah berkepanjangan” Kecam Iksan dengan nada kesal

Sementara keterangan keberadaan Aswia Mutalib saat ini tidak berada ditempat tugasnya, media Teropongmalut. com mencoba berupaya menghubunginya lewat telpon selulernya beberapa panggilan untuk dimintai keterangan tapi sayangnya Hp bersangkutan tidak bisa terhubungi. (KJ)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *