Slider
1.924 views

SOAL PHK SEPIHAK, SPSI PT. IWIP Dinilai LEPAS TANGUNG JAWAB

Halteng-Teropongmalut.com, Pemutusan Hubungan kerja sepihak oleh manajemen PT. Indonesia Weda bay Industrial Park, terhadap sejumlah karyawan terus saja terjadi. Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara itu tidak mau ambil pusing jika ada karyawan yang bermasalah langsung dipecat. Dalam kondisi itu Serikat Pekerja Buruh SPSI PT. IWIP yang diharapkan membela hak-hak karyawan pun diam seribu bahasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong karyawan yang di PHK akhirnya serikat pekerja dicap seakan lepas tanggung Jawab.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi wacana di kalangan buruh saat ini, terutama buru yang ada di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. WIP).

Setidaknya sudah 70 orang karyawan PT IWIP yang juga angota serikat pekerja di PHK. Mereka lalu mencoba mencari dukungan dengan cara mengadu ke SPSI PT. IWIP. Namun, harapan 70 karyawan untuk mendapatkan pembelaan dari SPSI sepertinya hampa.

Hal ini di sampaikan oleh salah satu buruh yang di PHK yang enggan disebut namanya, “Saya datang ke Sekretariat PT. IWIP di site tanjung ulie membuat pengaduan terkait PHK namun saya bolak-balik beberapa kali tetapi Ketua dan Pengurus tidak ada di tempat” ungkapnya.

“Saya hubungi via telephone juga Ketua Aksan dan Sekertaris Januar, tapi tidak ada tanggapan apa-apa, malahan saya di suru untuk mengisi fom pengaduan tapi suda 3 bulan ini tidak ada informasi apa apa”. Jelasnya saat di temui awak media ini senin (01/03)

“Asnawi Lestaluhu Ketua Bidang Advokasi yang merupakan Korban PHK Oleh Manajemen, menjelaskan awalnya 5 orang membuat pengaduan ke Disnakertrans Propinsi Maluku Utara lalu menyusul 12 orang buruh PT. IWIP yang di PHK dan kini suda bertamba 70 orang lebih yang di PHK dari bulan November 2020 sampai saat ini” urainya.

Namun, SPSI PT. IWIP diam dan seakan-akan lepas tangung Jawab. SPSI yang di pimpin Oleh Aksan Adam dan Januar Surahman kini diam seakan tidak ada masalah Perselisihan industrial yang dialami oleh Pekerja Buruh.

Anjas Gorahe, yang juga ketua 1 Bidang Advokasi PUK SPKEP SPSI yang Korban PHK Sepihak Oleh Manajemen juga Angkat bicara, seharusnya PUK SPAKEP SPSI melakukan perundingan Biparti terkait dengan Perselisihan PHK. Namun PUK SPKEP SPSI tidak mau bertangung Jawab atas sengketa perselisihan Hubungan Industrial, lebihnya lagi PUK SPKEP SPSI PT. IWIP membiarkan anggota Serikat di Intimidasi Oleh Manajemen PT. Iwip. (Anches/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *