Slider
664 views

SPSI PT. IWIP Dinilai MATI SURI

Halteng-Teropongmalut.com, Pimpinan Unit Kerja Kimia Energi dan Pertambangan (PUK SPKEP) SPSI PT.IWIP yang berangotakan kurang lebih 6 ribu buruh yang tergabung dalam kawasan Industri PT. IWIP Mendapat sorotan Publik terlebihnya Para Pekerja yang terdaftar sebagai anggota PUK SPKEP SPSI PT. IWIP Senin (01/03).

Angota yang di PHK sepihak Oleh Manajemen tidak mendapatkan pembelaan dari organisasi serikat pekerja PUK SPKEP SPSI. Padahal serikat pekerja di atur dalam UU No 21 Tahun 2000 yang mempunyai kekuatan penuh untuk membela hak-hak buruh apalagi yang masuk dalam anggota serikat pekerja.

Hal ini disampaikan oleh salah satu korban PHk kepada awak media ini, dimana ia, menjelaskan PUK SPKEP SPSI yang di Pimpin Oleh Aksan Adan dan Januar Surahman ini tidak punya Itikat baik dalam melaksanakan tangung jawab sebagai Pengurus inti dalam melaksanakan Angaran Dasar Angaran Rumah Tangga. semangat Berserikat hanya tinggal Nama.

“Anjas Gorahe Mantan Ketua Bidang Advokasi PUK SPKEP SPSI PT. IWIP yang juga korban PHK Sepihak oleh Manajemen kini nasibnya sama dengan 70 lebih Angota serikat, yang di PHK Sepihak oleh Manajemen”. Jelasnya

Lebih lanjut eks karyawan PT IWIP itu menilai “Ketua Aksan Adan dan Sekertaris Januar Surahman dan pengurus lainya tidak punya inisiatif dan itikat baik untuk menyelesaikan Sengeketa Perselisahan Hubungan Industrial yang hampir tiap hari anggota serikat pekerja mendapatkan Intimidasi dari Manajemen” sesalnya.

“PUK SPKEP SPSI PT. IWIP ini lanjutnya kami suda beberapa kali datang ke sekretariat site tanjung ulie namun hanya ada Pengawai Administrasi yang betugas di sana. saya suda 12 kali bolak-balik untuk membuat pengaduan bersama beberapa buruh lainya tapi tidak ada satu pungurus yang ada si sekretariat lagi-lagi saya Hubungi Bung Aksan Adam selaku ketua dan Bung Januar Surahman sebagai sekertaris namua sulit sekali hanya saja saya di suru isi fom pengaduan tapi sampai sekarang tidak ada informasi apa apa” ujarnya. (Ances/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *