Slider

Tiga Puskesmas Dikepsul Kedatangan Relawan Nusantara Sehat

SANANA TM Kedatangan tim Relawan Nusantara Sehat di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) sangat membantu beberapa puskemas yang ada di tiga kecamatan. Yakni Puskemas Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan, Puskesmas Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, dan Puskesmas Dofa, Kecamatan Mangoli Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kepsul, M. Irfan Pora menyampaikan, kedatangan Tim Relawan Nusantara Sehat ini sangat membantu karena kedatangan mereka membawa program-program yang bersifat inovasi di setiap puskesmas yang mereka turun. Mereka yang berada di tiga kecamatan itu terbagi dalam tiga tim, untuk tim yang bertugas di Buya 9 orang ditambah 1 dokter, Dofa sebanyak 6 orang dan di Fuata 6 orang. “Mereka datang di Sula sudah dua minggu lalu. Kedatangan mereka di Sula ini sangat membantu,” katanya kepada wartawan.

Dikatakannya,tim relawan sebelum turun di daerah yang nantinya mereka bertugas,lebuh dulu diberikan pembekalan sesuai dengan jurusan mereka masing-masing. “Memang kedatangan mereka ini sangat mendadak. Kami tidak tahu kalau nanti mereka bisa ditempatkan juga di Sula,” ucap Irfan.

Irfan mengaku ada sedikit kendala ketika relawan kesehatan ini tiba di Sula, kendalanya adalah terkait dengan tempat tinggal. Karena memang mendadak. “Apalagi perumahan dinas kita juga masih terbatas. Hanya ada niat baik dari setiap kepala puskesmas untuk mengontrak rumah,” bebernya.

Rencananya, dia menambahkan, tahun depan ada beberapa puskesmas yang nantinya akan diturunkan oleh tim relawan. Proses mau turun ke puskesmas, ada tahapan, sebelumnya tim validator memfalidasi datanya dulu. “Dua tahun lalu, tim relawan ini dibantu oleh Bantuan Operasi Kesehatan (BOK), setiap tim dibiayai Rp 250 juta pertahun,” ungkap Irfan.

Anggaran itu, lanjut Irfan, bukan untuk membiayai pribadi mereka, tetapi digunakan untuk menjalankan program-program yang mereka akan lakukan disetiapa puskesmas. Mereka punya data terkait dengan puskesmas yang mereka tempati, jadi mereka lakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh puskesmas tersebut. “Untuk tahun ini memang tidak ada anggarannya karena mereka datang juga mendadak, sementara BOK sudah jalan sejak awal tahun. Tapi ada anngaran reguler yang kita pakai,” bebernya.(Adl)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *