Slider
16 views

Yamin Ingin Out of the Box, Tauhid Bertahan Dengan Gaya Lama

Merlisa dan Asgar Datar-datar Saja

Ternate-TeropongMalut.com, Diskusi Publik Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate yang digagas oleh Komunitas Djarot pada Jumat (18/09) dengan menghadirkan Tiga Calon Wali Kota dan Dua Calon Wakil Wali Kota Ternate menghadirkan diskusi yang produktif dan sedikit provokatif dibumbui konsep dan gagasan membangun Kota Ternate Lima tahun kedepan dari masing-masing Calon Wali Kota dan calon wakil wali kota.

Pada sesi closing statement, tensi diskusi mulai memanas. Calon Wali Kota Ternate Mohammad Yamin Tawari, menyebut membangun Kota Ternate harus out the box, artinya harus keluar dari kebiasaan-kebiasaan lama, harus tau cara mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat. “Yamin ADA memiliki jaringan di pemerintah pusat, maka jika terpilih Kota Ternate memiliki akan anggaran memadai untuk membangun kota Ternate. Anggaran sedikit program banyak hanya mimpi” tegas Yamin Tawari.

Dalam soal Ekonomi, Yamin menyebut Pengelolaan Ekonomi Kota Ternate kedepan harus diarahkan pada icomers. Untuk itu Kota Ternate harus diarahkan menjadi Kota Smart City, dan syarat untuk sebuah Kota menjadi Smart City adalah kapasitas internal harus besar.

“Problem Kita adalah kapasitas internet yang kecil, untuk itu Jika pasangan Yamin ADA terpilih, kami akan mengundang Provider untuk membangun kapasitas internet yang besar sehingga loading internet menjadi cepat dengan begitu icomers tubuh dengan sendirinya” jelas Yamin

Sementara itu Calon Wali Kota Ternate M.Tauhid Soleman, berbeda pandangan soal Anggaran dengan Yamin Tawari, menurut
Tauhid, pola anggaran saat ini sudah sangat jauh berbeda dengan pola anggaran tahun tahun sebelumnya. Pola anggaran tahun 2020 berbasis kinerja. “Pemerintah Daerah bisa mendapatkan anggaran yang besar dari pemerintah pusat jika kinerja pemerintah daerah bagus” jelas Tauhid.

Sementara soal ekonomi, Tauhid Soleman menyebut, kehadiran Toko Berantai Alfamidi, di Kota Ternate telah menyebabkan terjadinya distorsi ekonomi, akibatnya pelaku IKM menurun, PHK di sektor IKM capai 40%.

Untuk menggerakkan sektor ekonomi, Tauhid mengaku pihaknya memiliki program unggulan yakni warung mama, program itu memberikan stimulus kepada warung mama berupa uang tunai senilai Rp 500-2 juta.

Sementara itu Calon Wakil Wali Kota Ternate
Asgar Saleh, menyebut membangun Kota Ternate butuh keterlibatan semua pihak.

Pada soal ekonomi Asgar, menyebut sudah seharusnya di era digital ini pengelolaan PAD sudah harus menggunakan teknologi digital. “banyak kebocoran PAD terjadi di Kota Ternate karena belum menggunakan teknologi. Koordinasi penting untuk membangun kota” Jelas Asgar.

Sedangkan Calon Wali Kota Ternate Merlisa Marsaoly, mengungkapkan kawasan terluar Kota Ternate yakni Hiri, Moti dan Batang Dua menjadi fokus pembangunan jika terpilih nanti. (Dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *