Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
Halteng, Teropong malut.com – Diduga soal imbalan atau jasa kepentingan politik sehingga Bupati Elang aktifkan bekas Narapidana (Napi) ini (Hernimus Kumai) sebagai Kepala Desa (Kades) kembali.
Akan tetapi, niat Bupati Halteng ini tak sesuai dengan harapan masyarakat yang tidak mau seorang bekas Napi menjadi pimpinan desa.
“Pak Bupati, di desa Sidanga masih banyak warga yang berpendidikan meskipun hanya sebatas Sekolah Dasar, SMP dan SMA. Bukan sepeti bekas Napi yang menjiplak ijazah orang lain untuk suatu kepentingan apa lagi jabatan desa.
Bupati Halteng Edi Langkara kami sebagai masyarakat desa Sidanga malu aktifkan bekas Napi sebagai Kades kembali, Pak Bupati. Apakah pengaktifan Hernimus Kumai sebagai Kades lagi dapat melunaskan janji politik antara Edi Langkara dan Hernimus Kumai atau bagaimana sehingga meskipun sudah terjerat hukum pun masih di aktifkan lagi,” kesal warga Sidanga ini.
Ini sama halnya, Bupati Halteng telah mengabaikan warga desa Sidanga yang menyelesaikan pendidikan mereka mulai dari SD bahkan ke jenjang SMA. Karena hal ini terbukti, meskipun Bupati mengikuti proses pemalsuan dokumen (ijazah) yang dilakukan bekas Napi (Hernimus Kumai) ini tapi Pak Bupati Edi Langkara sengaja atau lupa sehingga bekas Napi di aktifkan kembali sebagai Kades Sidanga.
Dalam pengaktifan Hernimus Kumai sebagai Kades Sidanga kembali diduga dilakukan dengan cara senyap, ada apa? Warga tiba-tiba di kejutkan dengan aktivitas Hernimus Kumai sebagai Kades kembali.
“Bupati, kebijakan yang di putuskan menurut kami Bupati keliru dan tak waras lagi sehingga bekas Napi Bupati aktifkan kembali sebagai Kades lagi. Mestinya Bupati mengangkat Pejabat sementara (Pjs) kepada warga desa yang tidak bermasalah hukum dari pada mengangkat kembali bekas Kades yang tersandung kasus pidana,” kesal warga setempat.
Kami mendesak kepada Bupati Edi Langkara agar mengevaluasi keputusan pengaktifan Hernimus Kumai sebagai Kades, sebelum muncul sikap arogansi dari masyarakat. Kami pikir Pak Bupati ini seorang yang berpendidikan tinggi sehingga bisa berfikir baik buruknya.














