Begini ASDP Cabang Sorong Klarifikasi Perihal Ini

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

Halteng, Teropong malut.com – Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Sorong melalui Supervisor KMP ARAR Sudirman Sade Selasa, (31/5/2022) sore tadi mengklarifikasi pemberitaan media ini yang berjudul “ASDP Cabang Sorong Dinilai Kejar Keuntungan di Perairan Halteng”

Begini penjelasan Supervisor KMP ARAR perihal diatas. Menurut Sudirman Sade bahwa apa yang disampaikan warga belum tentu benar karena pelayanan kapal pihaknya mengacu pada kontrak subsidi yang berada di Kementerian Pusat.

ASDP Cabang Sorong kan lintasan perintis jadi tidak ada hubungannya kita mengejar keuntungan, kita hadir di sana itu hanya pelayanan. Artinya, ada atau tidak penumpang di sana prinsipnya kita layani,” ujar Supervisor KMP ARAR.

Soal satu trip dan dua trip itu bukan keinginannya ASDP tapi kontrak yang kita laksanakan dan soal pengurangan trip ada dasarnya, ada pemberitahuan karena ruas jalan darat Weda-Patani kan sudah bisa di akses sehingga dengan dasar itulah kita buat pemberitahuan pengurangan trip,” jelasnya.

Sudirman Sade juga menambahkan bahwa kemarin dari pihak Regional IV (empat) wilayah timur menyampaikan ke saya jika ruas jalan darat Weda-Patani sudah jadi tutup saja,” lanjutnya.

Langkah yang diambil ASDP Cabang Sorong itu lantaran penumpang tidak sama dulu, sekarang lintasan jalan darat Weda-Patani sudah dapat di akses sehingga pengurangan trip merupakan hal yang wajar. Bagaimana kami mau layani 2 kali, sementara satu kali saja kosong (tak ada penumpang),” imbuhnya.

Supervisor ini pun mengaku bahwa ASDP Cabang Sorong tahun 2021 mengalami kerugian 170 juta sehingga sorotan kami mengejar keuntungan dimana, kami laksanakan sesuai dengan kontrak subsidi yang diberikan kontrak Kementerian Pusat. Jadi tidak ada itu namanya kejar keuntungan di sana,” tandasnya.

Soal pelayanan penumpang di dalam kapal lanjut Sudirman, sudah kami sampaikan bahkan menyediakan, cuman alasan penumpang lebih enak tidur di bawa, meskipun sudah kami arahkan naik diatas jadi kami mau gimana.

Kemudian soal pemuatan alat berat, jika kami melakukan pemuatan sesuai dengan prosedur diatas kapal salahnya dimana itu pertama, yang kedua soal harga yang dibilang menggiurkan, kalau soal itu kemungkinan orang-orang terdahulu sebelum saya naik. Kalau golongan alat berat itu berada pada golongan 9, tapi tiket kami ASDP hanya ada pada golongan 8. Makanya kenapa golongan 9 itu dilakukan negosiasi.

Negosiasi pun sekarang bukan jadi negosiasi sekarang karena sudah ada ketentuan dari Kantor ASDP Cabang bahwa harganya demikian, makanya nanti JM yang baru datang untuk diminta ke pusat untuk diajukan permohonan tiket untuk golongan 9 supaya tidak ada negosiasi lagi,” tutup Supervisor ini.

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *