Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
Halteng, Teropong malut.com – Sampai saat ini jaringan sinyal telekomunikasi masih menjadi persoalan serius di Ibu Kota Industri yakni Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.
Hal ini berdampak kepada warga masyarakat yang semakin meningkat di Ibu Kota Industri ini. Keluhan dan keinginan tindakan serius dari pemangku kebijakan dari Instansi terkait sangat penting. Karena sejauh ini pelayanan jaringan sinyal di Ibu Kota Industri ini sangatlah parah dan terkesan merugikan warga masyarakat.
Keluhan jaringan sinyal telekomunikasi ini pun berlaku juga pada warga masyarakat desa Waleh Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah yang hingga kini belum tersentuh sama sekali. Padahal titik lokasi pembangunan tower telah diadakan peletakan batu pertama oleh pemerintahan Elang – Rahim.
Namun mirisnya, pembangunan fisik fondasi tower tersebut hingga kini masih tetap seperti dulu, alias tak ada kelanjutan pembangunan.
Kami masyarakat desa berharap kepada pemerintah agar menindaklanjuti keluhan ini. Untuk jaringan sinyal di Kota Industri diminta menambah untuk mencukupi kapasitas kebutuhan masyarakat ,” ujar Husen Ramli.
Husen bilang, pengguna jaringan tower semakin bertambah di Kota Industri (Lelilef) dan Gemaf serta Sagea sehingga membuat aktivitas warga dalam menggunakan jaringan internet semakin kesulitan.
“Untuk itu kami berharap kiranya ada perhatian dari pemerintah dan pihak telkomsel. Selain itu juga ada pengawasan dari operator telkomsel di lokasi apa bila terjadi gangguan,” pintah warga ini.
Hal senada juga disampaikan warga desa Waleh yang hingga kini belum menikmati jaringan sinyal telekomunikasi bahkan internet. Warga berharap keluhan dari masyarakat dapat diterima dan diupayakan oleh pemerintah dalam waktu dekat.
“Kami berharap dengan lancarnya jaringan internet di desa, bisnis dan laporan di dunia online semakin lancar, karena leletnya jaringan sangat merugikan para pengusaha di bidang online,” tandas warga ini.















