Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
HALTENG, Teropongmalut.com – Proyek peningkatan jalan hotmix desa Lelilef Woebulen Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah yang di kerjakan CV Garolaha Utama terancam tak tuntas tahun ini.
Buktinya, hingga akhir pekan tanggal 8 Oktober 2022 hari ini, kondisi ruas proyek peningkatan jalan yang bakal di hotmix oleh CV Garolaha Utama tersebut masih belum mengalami perubahan. Artinya, masih berstatus tanah dari penimbunan Lapisan Atas (LPA).
“Sampai detik ini, belum ada penyiraman aspal dari pihak kontraktor CV Garolaha Utama, sehingga proyek ini terancam tak akan dituntaskan tahun ini oleh pihak kontraktor,” pungkas Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Tengah, Wahab Nurdin Sabtu, (8/10/22) siang tadi.
Menurut Wahab, ketidakseriusan pembangunan dari pemerintahan Elang – Rahim terhadap masyarakat Lelilef Kecamatan Weda Tengah sangat nampak jelas. Padahal, proyek peningkatan jalan hotmix desa Lelilef Woebulen ini dianggarkan melalui APBD Halteng tahun anggaran 2019 silam kurang lebih Rp 4 milyar.
Namun, proyek peningkatan jalan tersebut diduga lamban tahapannya karena pihak kontraktor CV Garolaha Utama tidak memiliki AMP. Terkait perihal ini, kinerja Pemerintahan Elang-Rahim melalui Dinas PUPR tak becus karena dinilai tak tanggap menyikapi soal proyek.
Mestinya, Dinas PUPR Pemkab Halteng melakukan verifikasi terhadap kontraktor yang melelang setiap proyek fisik seperti pengaspalan jalan. Minimalnya pihak kontraktor mempunyai AMP. “Masak nasi jadi bubur,” kesal Wahab Nurdin.
Terpisah Direktur CV Garolaha Utama M Gifar Bopeng saat dikonfirmasi atas proyek yang terancam tak tuntas dikerjakan tersebut mengaku kendalanya pada anggaran, padahal pihaknya sudah membayar salah satu kontraktor jalan untuk menuntaskan proyek peningkatan jalan hotmix Lelilef Woebulen tersebut.
Namun, lagi-lagi kendalanya pada keuangan yang hingga kini belum direalisasikan pembayaran. “Kalau doi socair solangsung action,” jelasnya Gifar kepada media baru-baru ini.

















