Begini Sanggahan Pihak PLN Labuha Soal Pemadaman Listrik Diwilayah Ini

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALSEL, Teropongmalut.com – Meskipun warga masyarakat yang merupakan konsumen listrik di wilayah yang meliputi desa Tawa, Songa, Tabajaya, Wayaua, Bibinoi, dan desa lainnya sudah cukup merasa resah dengan pelayanan listrik yang bersumber dari PLN Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Buktinya, belakangan ini, pemadaman listrik tak beraturan kembali terjadi sehingga meresahkan masyarakat karena harus menerima kenyataan hidup.

“Masih diatas dunia saja kita sudah mengalami kegelapan dari PLN Labuha seperti di dalam kuburan saja,” kesal Hama warga desa Wayaua kepada media ini via sambungan telpon genggam Sabtu, (04/02/23) sore tadi.

Senada dengan keluhan warga desa Tabajaya, Songa yang mengaku akhir-akhir ini pelayanan listrik sangat buruk. Karena sehari padamnya sampai 2 sampai 3 kali. Bahkan sampai berjam-jam baru menyala. Itupun menyala satu jam padam tiga sampai empat jam,” kisah warga ini. Bahkan sampai sekarang ini pihak PLN Labuha belum mendistribusikan pelayanan listrik. Padahal masyarakat sudah kegelapan seperti dalam kuburan,” cecar warga kesal.

Terkait perihal itu, pihak PLN Labuha saat dikonfirmasi masih soal pemadaman listrik yang menjadi keluhan warga tersebut tidak menyampaikan dampak terjadinya pemadaman listrik yang terus terjadi di wilayah itu.

Namun, pihak PLN Labuha melalui sapaan Aba Ocen ini mengaku untuk sementara pihaknya sedang memproses pemeliharaan jaringan sehingga bertahap. Insya Allah bisa cepat terlaksana sampai ke Wayaua dan Songa.

“Baik tadi petugas sementara sisir gangguannya mudah-mudahan bisa teratasi dan nyala. Sementara kami juga lakukan proses pemeliharaan jaringan jadi bertahap Insya Allah bisa cepat terlaksana sampai ke wayaua dan songa,” jelas Aba via pesan singkat Sabtu, (04/02/23) sore tadi.

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *