Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
HALTENG, Teropongmalut.com – Terkait dengan penangkapan 9 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi oleh Polairud Weda dan kini dalam proses penyelidikan di Kasubdit Gakum Polairud Kota Ternate Provinsi Maluku Utara menuai protes atau sanggahan Kasubdit Gakum Polairud Kota Ternate AKBP Aditya Kurniawan.
Menurutnya, dugaan awalnya itu BBM solar, tetapi kami bukan orang Pertamina. Nah, setelah kami kroscek ternyata itu bukan solar subsidi tetapi solar non subsidi, makanya dari awal saya jelaskan perkara masih dalam pemeriksaan,” jelas Kasubdit Gakum PolAirud Ternate, AKBP Aditya Kurniawan melalui rekaman suara Senin, (13/2/23) kemarin.
Pria berpangkat dua bunga ini juga menyampaikan bahwa perkara ini intinya tetap diproses lanjut. Proses penyelidikan masih berjalan tetapi dalam pemberitaan menyatakan kami berbohong,” ujarnya.
Dia juga bilang bahwa proses penyelidikan masih berjalan, kenapa harus ditarik oleh Kasubdit Gakum, karena posisinya untuk Polairud. Danpos itu tidak bisa melakukan proses penyelidikan dan penyidikan, yang bisa melakukan proses penyelidikan dan penyidikan hanya di Kasubdit Gakum. Sehingga perkara ini ditarik oleh Kasubdit Penegak Hukum,” pungkasnya.















