Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
HALTENG, Teropongmalut.com – Sepertinya pelayanan pemerintah desa Woebulen Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah di sesali orang tua korban tindak kekerasan dan pengrusakan yang dilakukan oknum staf desa atas nama Ali Majid terhadap Badrun dan keluarganya.
Buktinya, staf desa ini dikabarkan memukul Irwanto anak Badrun Rabu, (22/2/23) pukul 00.17 WIT di jalan tanjakan patung dua jari desa Woebulen. Berdasarkan keterangan korban (Anto), malam itu dia bersama empat orang temannya duduk nongkrong di salah satu kios sambil WiFi. Tiba-tiba Om Ali Majid turun dari mobilnya dan memukul pada bagian kepala sampai saya terjatuh dengan motor yang sedang parkir.
“Saya (Anto) deng ada empat orang tamang asyik duduk sambil nikmati layanan WiFi. Tara lama Om Ali turun dari mobil langsung main pukul. Tak hanya itu, enta apa Om Ali juga datang di rumah dan kase rusak pintu rumah,” kisah Anto kepada media ini Rabu, (22/2/23) sore kemarin saat di temui di rumah orang tuanya di desa Woebulen.
Senada dengan salah satu teman Anto yang ditemui media ini. Dia mengisahkan bahwa malam itu kami berempat sedang duduk nongkrong sambil main WiFi, tara lama om Ali Majid datang dan turun dari mobilnya dan langsung pukul pa Anto sampai terjatuh bersamaan dengan satu unit motor yang parkir.
Pada kesempatan itu juga orang tua korban yakni Badrun dan istrinya tak terima baik atas sikap premanisme staf desa Woebulen atas nama Ali Majid ini dan rencananya dilaporkan ke Mapolres HALTENG, karena menurut mereka tindakan kekerasan terhadap anak kami dan telah merusak pintu rumah kami.
“Sebenarnya saya bingung saja karena Ali Majid pukul saya pe anak tanpa kesalahan, yang lebih sadis lagi dia datang lagi di rumah dan kase rusak tong pe pintu rumah. Kami menduga Ali Majid berulah karena konsumsi minuman keras (miras). Dan Ali Majid ini so berulang-kali pukul orang kalau dia minum racun alias miras,” kesal Badrun.
Sementara Suryani yang merupakan Ibu korban menyesali dengan sikap Ali Majid yang merupakan staf desa ini. Mestinya, sebagai staf desa memberikan pelayanan atau arahan jika pemuda di desa ini masih nongkrong sampai larut malam bukan mengada-ngada atau menuduh pemuda kemudian main hakim sendiri alias main pukul. Lebih sadis lagi so pukul saya pe anak di jalan-jalan baru datang di rumah kase rusak tong pe pintu rumah,” jelasnya.
Terpisah, Ali Majid saat di temui media ini Rabu, (22/2/23) sore kemarin di kediamannya menyampaikan bahwa saya sampe pukul Anto itu karena dong kase rubu orang pe motor-motor yang parkir. Karena pengalaman kekacauan pemuda Ambon dan Sawai sehingga perihal ini harus kita tekan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan kita semua,” ujarnya.
Ali menambahkan terkait kerusakan pintu rumah, saya datang mau kasih tau orang tua atas ulah anak mereka, hanya saja saya di sambut yang tidak bagus,” jelasnya singkat.















