Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
HALTENG, Teropongmalut.com – Mantan Ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pulau Gebe, Sunardi Jafar Kamis, (2/3/23) sore tadi kembali soroti kinerja beberapa perusahaan seperti PT FBLN, PT ASM dan PT Bahtra.

Dia menilai perusahaan diatas tidak patut dan apatis (masa bodoh) terhadap kebijakan regulasi Kementerian ESDM dan sengaja kangkangi UU Nomor 41 tahun 2016 tentang program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) terhadap warga terdampak.
Sehingga agregasi kepentingan berupa tanggung jawab sosial perusahaan yang melakukan aktivitas menambang harus peka dan loyal terhadap regulasi, bukan malah sebaliknya untuk mengabaikan. Tak hanya itu, perusahaan ini pun tidak transparan terkait dengan nominal anggaran PPM dan bahkan program yang terkesan tumpang tindih dan kacau balau,” ujarnya.
Hal ini membuat publik bertanya lanjut Sunardi, apakah manajemen setiap perusahaan khususnya di Pulau Gebe, paham atau tidak, kalau di bilang paham kenapa faktanya seperti perusahaan yang tidak paham atau keliru dalam memenuhi program PPM nya secara terstruktur sistematis dan masif. Kalau modelnya seperti itu tentu ini secara rasional manajemen perusahaan telah gagal dan hanya mementingkan kepentingan semata secara individualistik dalam internal perusahaan,” jelasnya.
Kami percaya bahwa Bapak Pj Bupati Halteng Ir Ikram Malan Sangadji M.Si juga menginginkan agar pelayanan publik diwilayah lingkar tambang di Pulau Gebe berjalan efektif dan efesien terhadap warga salah satunya perusahaan yang beroperasi di setiap wilayah harus tau diri mereka mengambil ore nikel lalu warga pulau Gbe dapat apa,” serunya.
Untuk itu dengan kepada Pj Bupati Halteng kami meminta agar menertibkan dan melaporkan ke Kementerian ESDM terkait dugaan kelicikan perusahaan terhadap warga Pulau Gebe, jangan lagi di biarkan karena persoalan ini sudah berlarut marut terus terbiarkan,” tegasnya.














