HALTENG, TM.com – Pilkada Halteng 2024 kembali dibayangi oleh politik identitas dan primodial. Tim kampanye Paslon No. 2, Elang-Rahim, terbukti masih menggunakan isu “anak kampong” dan “bukan anak kampong” untuk meraih simpati masyarakat. Yoksan, salah satu tim kampanye, bahkan terang-terangan memprovokasi masyarakat di Desa Sidanga dengan isu tersebut.
Masyarakat Halteng, yang sudah jenuh dengan cara kampanye yang tidak rasional ini, menunjukkan penolakan terhadap klaim Paslon No. 2 yang mengklaim telah membangun gereja dan mengaspal jalan di Sidanga. Faktanya, pengaspalan jalan baru dilakukan pada tahun 2024, sementara listrik baru masuk ke Lopong pada akhir 2023.
Kehadiran IMS-ADIL sebagai kubu netral yang menawarkan politik santun dan beretika, serta menjunjung rasa nasionalis, menjadi angin segar bagi masyarakat Halteng. IMS-ADIL telah berhasil mengubah paradigma politik identitas dan primodial yang selama ini menguasai Pilkada Halteng. Survei Indikator menunjukkan tren peningkatan elektabilitas IMS-ADIL secara signifikan, mencapai 76% pada akhir Agustus 2024. Dukungan kuat dari masyarakat, terutama kaum perempuan, menunjukkan harapan masyarakat Halteng untuk Pilkada yang bersih dan demokratis.
Pilkada Halteng 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang amanah dan membawa kemajuan bagi Halteng. Masyarakat berharap agar Pilkada Halteng dapat berlangsung dengan bersih, demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Hadirnya IMS-ADIL diharapkan dapat menjadi contoh bagi semua kandidat dan tim kampanye untuk menjalankan Pilkada dengan tertib dan damai. (Odhe)














