Oleh : Odhe
Editor : Redaktur
Di tengah gegap gempita jargon nasionalisme, publik semakin cerdas membaca—mana cinta tanah air sejati dan mana topeng kekuasaan. Kita tidak butuh nasionalisme yang hanya jadi alat pembungkam kritik, pembenar kesewenang-wenangan, atau selubung kebohongan publik.
Yang dibutuhkan rakyat adalah kebenaran: transparansi, akuntabilitas, dan keberanian menghadapi fakta, bukan kepalsuan berbaju nasionalisme.
Jangan bungkus kepalsuan dengan simbol merah-putih. Jangan bodohi rakyat dengan retorika cinta negeri sambil menggerogoti keadilan. Nasionalisme sejati lahir dari kejujuran, bukan dari propaganda murahan.
Rakyat Indonesia sudah cukup dewasa untuk membedakan mana patriotisme tulus, mana akal bulus. Jika kekuasaan takut pada kebenaran, maka publik wajib lebih keras bersuara. Sebab tanpa kebenaran, nasionalisme hanyalah ilusi—baju indah yang menutupi borok pengkhianatan terhadap rakyatnya sendiri. ****














