HALTENG — Krisis stok darah golongan B kembali terjadi di RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Senin (9/3/2026). Akibat ketiadaan stok, keluarga pasien terpaksa mencari sendiri pendonor untuk kebutuhan transfusi, memicu sorotan tajam terhadap koordinasi antara pihak rumah sakit dan PMI.
Permintaan bantuan donor darah disampaikan langsung oleh pihak RSUD dan keluarga pasien kepada masyarakat melalui beberapa platform media. Pasien yang tengah menjalani perawatan mendesak membutuhkan transfusi darah golongan B, sementara stok darah di fasilitas kesehatan tersebut dilaporkan kosong.
Keluarga pasien akhirnya menyebarkan permohonan bantuan kepada publik agar ada warga yang bersedia mendonorkan darahnya.
“Kami sangat berharap bantuan dari masyarakat yang memiliki golongan darah B dan bersedia menjadi pendonor,” ujar keluarga pasien dalam permintaan yang beredar.
Warga yang bersedia membantu diminta menghubungi nomor kontak RSUD Weda di +62 813-4021-xxxx untuk proses donor lebih lanjut.
Pihak RSUD Weda mengakui pasien membutuhkan dua kantong darah, namun hingga siang tadi baru satu kantong yang berhasil didapat.
“HB pasien turun sehingga membutuhkan dua kantong darah. Saat ini baru tersedia satu kantong dan masih kurang satu. Kami sudah berkoordinasi dengan PMI, tetapi stok darah yang dibutuhkan kosong,” jelas pihak RSUD Weda kepada awak media melalui sambungan telepon, Senin siang.
Kekosongan stok darah ini disebut bukan kejadian pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, keluarga pasien di RSUD Weda berulang kali menghadapi situasi serupa, harus berburu pendonor sendiri demi menyelamatkan nyawa kerabatnya.
Situasi tersebut memunculkan kritik publik terhadap lemahnya sistem koordinasi antara RSUD Weda dan PMI dalam memastikan ketersediaan darah bagi pasien. Idealnya, rumah sakit dan PMI memiliki sistem bank darah yang terkelola dan siap memenuhi kebutuhan transfusi secara cepat.
Namun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Ketika pasien membutuhkan transfusi mendesak, keluarga justru harus berjuang sendiri mencari donor melalui jaringan pribadi maupun media sosial.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: mengapa krisis stok darah di RSUD Weda terus berulang setiap tahun, dan apa langkah konkret RSUD serta PMI untuk menghentikan masalah yang sama?
Di tengah keterbatasan tersebut, keluarga pasien berharap kepedulian masyarakat dapat segera membantu memenuhi kebutuhan darah agar nyawa pasien dapat tertolong. (Odhe)














