Morotai, TeropongMalut.com — Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Muspika) Morotai Timur bersama Pemerintah Desa Sambiki Baru, Sambiki, dan Gamlamo menggelar pertemuan sekaligus deklarasi damai yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat, Selasa (07/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Sambiki Baru sejak pukul 20.00 WIT ini menjadi momentum penting untuk menegaskan sikap bersama menolak segala bentuk isu provokatif yang berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Penjabat Kepala Desa Sambiki Baru, Hamid Naba, dengan tegas menyampaikan bahwa masyarakatnya menjunjung tinggi nilai toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis.
“Toleransi umat beragama di Sambiki Baru ini nyata dan terjaga dengan baik. Bahkan dalam pembangunan kubah masjid, saudara-saudara kita non-Muslim ikut terlibat aktif membantu,” ungkap Hamid.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan lintas agama telah mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat.
“Di sini umat Muslim hanya sekitar 5 persen, sementara mayoritas Kristen. Tapi justru masyarakat Kristen lebih banyak membantu pembangunan masjid. Ini bukti nyata bahwa kami hidup dalam damai,” tegasnya.
Hamid juga menekankan bahwa masyarakat Sambiki Baru tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu murahan yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Kami cinta damai. Damai itu indah dan menjadi prinsip hidup masyarakat di sini. Jadi jangan harap isu-isu sesaat bisa memecah kami seperti konflik di daerah lain,” ujarnya lantang.
Sementara itu, Camat Morotai Timur, Jainuddin Pajula, S.Pd., M.Si, menegaskan bahwa pertemuan dan deklarasi damai ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan serta memastikan kenyamanan hidup masyarakat.
“Deklarasi ini penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berita hoaks yang bisa memicu provokasi dan memecah persatuan,” kata Jainuddin.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pemerintah desa maupun aparat terkait.
“Kalau ada hal-hal mencurigakan atau berpotensi konflik, segera laporkan. Jangan dipendam atau disebarkan tanpa kepastian, karena itu bisa memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Deklarasi damai ini turut dihadiri oleh Sekretaris Desa, pimpinan gereja, imam, serta masyarakat dari berbagai kalangan, yang secara bersama-sama menyatakan komitmen menjaga kerukunan dan menolak segala bentuk konflik di wilayah Morotai Timur.
(Red/Taufik Sibua)














