Agus: Buat apa eksepsi jika syarat-syarat formil dari surat dakwaan JPU sudah benar

  • Share

Ternate-TeropongMalut.com, Penasehat Hukum (PH) Agus Salim R Tampilang SH tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap klienya Zainuddin Hamisi (ZH) yang diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atas dugaan kasus korupsi pengadaan Kapal Nautika dan alat Simulasi di Dikbud Provinsi Maluku Utara senilai Rp 7,8 miliar.

Menurut Agus eksepsi atau tangkisan (pembelaan) itu adalah langkah perlawanan terhadap dakwaan JPU. Eksepsi sendiri di atur dalam pasal 165 KUHAP menyebutkan keberatan satu upaya yang bersifat incedental berupa tangkisan sebelum pemeriksaan materi pokok perkara dengan tujuan utama guna menghindarkan diadakannya pemeriksaan dan putusan akhir dari pokok perkara.

Agus juga menjelaskan eksepsi juga di atur dalam pasal 165 KUHAP “eksepsi” atau tangkisan yang merupakan bagian dari jawaban terdawa terhadap dakwaan yang diajukan oleh JPU semua itu hanya langkah mengulur-ngulur waktu .

“Lagian klien saya ZH sudah mengakui seluruh perbuatannya pada saat dirinya di periksa di KEJATI MALUT dan pengakuanya itu dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) jadi bagi saya kuasa hukumnya eksepsi itu hanya memperlambat waktu,” jelas Agus.

Selain itu Agus juga meminta agar klienya membantu penegak hukum untuk membongkar dalang dari Kapal Nautika yang merugikan negara senilai Rp 4,8 miliar.

“Jadi buat apa eksepsi jika syarat-syarat formil dari surat dakwaan JPU itu sudah benar dan diakui, sekarang ini kami berharap JPU menuntut klien kami dengan tuntutan yang ringan,” harapnya. (Tamsil/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *