Angkutan Ilegal Terus Meningkat, Upaya Perkaya Diri Makin Menjadi, 

Penulis : Odhe 

Editor : Redaktur 

HALSEL, Teropongmalut.com – Upaya peningkatan peredaran kayu olahan secara ilegal dari wilayah Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan ke luar daerah terus meningkat. Upaya ilegal ini juga dikategori sebagai upaya untuk memperkaya diri. 

Hal ini terbukti meskipun kelengkapan dokumen para pengusaha ini telah diblokir pun masih memiliki nyali untuk merugikan negara karena sebuah kepentingan pribadi dan kelompok guna menyelesaikan pesanan kayu olahan pada konsumen.

Angkutan kayu olahan ilegal ini marak terjadi akibat dugaan kerjasama antara para abdi negara dengan pengusaha yang sedang mempraktekkan untuk bagaimana hasil pembalakan liar itu dapat meraup keuntungan besar dari konsumen kayu.

Untuk itu, program pemberantasan terhadap peredaran kayu olahan ilegal sepertinya hanya slogan semata. Karena terbukti ada dugaan pembiaran dari Dinas Kehutanan Pemprov Maluku Utara, Balai Ambon dan pihak kepolisian yang bertugas di wilayah itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa belum lama ini ada dua orang pelaku ilegal dan juga bertindak sebagai pengusaha itu masih melancarkan aktivitasnya guna mencukupi kebutuhan konsumen. Sehingga meskipun Tempat Penampungan Kayu (TPK) terlihat sepi tetapi modus yang dilakukan adalah melangsungkan unit angkutan kayu ilegal ke lokasi konsumen di perusahaan raksasa yakni PT IWIP di Tanjung Ulie Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

Kabar yang diperoleh juga bahwa pelaku ilegal sering ditangkap oleh petugas kepolisian tetapi tak sampai diproses hukum. Sehingga sampai saat ini tak ada efek jera bagi pelaku angkutan kayu olahan ilegal tersebut. Kabarnya lagi jika kedua unit truk pelaku ilegal asal Gane Timur ini kena operasi kepolisian maka pihak pengusaha ilegal yang setia didampingi mantan seorang polisi itu selalu pasang badan untuk mengeluarkan unit truk yang ditahan petugas tersebut,” kisah sumber yang enggan identitasnya disebutkan.

Olehnya itu, dapat dipastikan tidak ada penegasan peredaran kayu ilegal di wilayah Gane Timur dan Halmahera Tengah sehingga sampai saat ini aktivitas itu masih marak terjadi karena dugaan kerjasama pengusaha kayu dan petugas dilapangan.

“Pengusaha kayu ilegal punya nyali 1000 dan nekat meloloskan hasil ilegalnya saat ketangkap petugas. Itu artinya pengusaha lebih doyan setoran dilapangan dan ogah membayar pajak ke daerah dan negara. Jadi pada kesempatan ini dapat disimpulkan bahwa pelaku dan pengusaha kayu ilegal serta petugas abdi negara lah yang bekerjasama merugikan daerah dan negara,” jelas sumber ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *