Begini Sikap Pemda Halteng Tangani Soal Keruhnya Beberapa Sungai di Halteng

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.comMenindaklanjuti tingginya kekeruhan dan perubahan warna Sungai Sagea dan beberapa Sungai di Bagian Utara dan Timur Weda. Maka terkait kondisi tersebut dirasa sangat perlu dan cepat dilakukan monitoring fisik dan pengujian terhadap perubahan warna pada Sungai Sagea dan beberapa Sungai lainnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Pemda Halteng diundang untuk hadir dalam Rapat Virtual yang diselenggarakan pada Rabu tanggal 30 Agustus 2023 pukul 10.00 WIT sampai selesai. Rapat Virtual melalui Zoom Meeting dengan ID 255 737 0395 berlangsung diruang rapat Bupati di jalan Trikora Bukit Loiteglas desa Loiteglas Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

Foto dampak banjir di Halteng

Rapat Virtual melalui zoom meeting itu dilakukan dalam rangka monitoring Fisik dan Pengujian Lanjut terkait permasalahan lingkungan sungai Sagea dan beberapa sungai di bagian Kecamatan Utara dan Timur Weda.

Foto awak media temui warga dan pemuda Sagea Selasa, (29/08/2023) kemarin

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemda Halteng, Rivani Abd Rajak diruang kerjanya Selasa, (29/08/2023) kemarin mengatakan bahwa Pemda Halteng sudah mengambil langkah permasalahan keruhnya sungai Sagea dan beberapa sungai lainnya.

“Sample air sudah kami ambil dan sementara menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium (Lab),” ujarnya Rivani.

Tak hanya itu, pihaknya juga selama 14 hari meninjau lokasi sungai Sagea terutama kawasan Boki Maruru, jadi intinya kami masih menunggu hasil laboratorium. Sejauh ini pihaknya belum mengetahui pasti adanya pencemaran yang terjadi pada sungai Sagea itu apakah akibat dari aktivitas pertambangan atau lainnya,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang di peroleh di kalangan masyarakat terutama pemuda Selasa kemarin bahwa keruhnya sungai Sagea Boki Maruru atas aktivitas tambang dari PT. Weda Bay Nikel dan PT HSM.

“Kemarin ada beberapa karyawan mengaku bahwa di belakang Sagea saat ini sudah bongkar oleh dua perusahaan yakni PT. Weda Bay Nikel dan PT. HSM,” jelas Adlun saat di temui media ini di Kedai Kopi di desa Sagea kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *