Dalam 4 Tahun, IWIP Sudah Berikan Pelatihan untuk 17 Ribu Orang

Halteng, Weda. Teropong Malut – Puluhan orang berkerumun di sebuah tenda terpal. Di luar, matahari sedang terik-teriknya. Tepat di samping tenda tersebut, sebuah excavator bergerak kaku, tanda minimnya jam terbang si pengemudi. Di tengah suasana itu, Risal Abdullah (32) sedang menunggu giliran.
“Saya sudah satu bulan dua hari ikut pelatihan ini,” Risal membuka percakapan.

Ia adalah peserta pelatihan alat berat yang diselenggarakan oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Kawasan industri nikel terbesar di Indonesia yang terletak di Maluku Utara itu memang sejak awal menaruh perhatian terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan berbagai kemampuan.

Sejak 2019 hingga 2022, total peserta yang mengikuti pelatihan ini mencapai 17,358 orang. Selain excavator, terdapat pula pelatihan Wheel Loader, Dump Truck, dan Welder. Saat ini peserta yang sedang menjalani pelatihan berjumlah 800an orang.

Risal mengaku, alih-alih melamar sebagai pekerja umum, dirinya lebih berniat untuk mengikuti pelatihan. Meskipun ia tahu selama mengikuti pelatihan ia belum terikat kontrak sehingga belum memperoleh gaji.

“Tak masalah (belum dapat gaji), karena memang saya ingin belajar dulu. Nanti kalau sudah punya skill kan lebih bagus,” ujarnya.

Serupa dengan Risal, Rahmad Ahmad pun lebih memilih mengikuti pelatihan. Ia bahkan rela meninggalkan kampung halamannya di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Jika Risal memilih belajar mengoperasikan excavator, Rahmad lebih menaruh minat pada Wheel Loader.

Siang itu, Selasa (27/9) adalah hari ke 7 Rahmad mengikuti pelatihan. Wajahnya sumringah ketika ditanya tentang kemampuannya mengoperasikan Wheel Loader. “Alhamdulillah dari sebelumnya saya tidak punya skill sama sekali, sekarang sudah bisa berbagai macam teknik,” katanya.

Alasan yang tak jauh berbeda juga dikemukakan Muhammad Rizky Magfirah, salah satu peserta pelatihan pengelasan asal Morotai. Bagi Rizky, mengikuti pelatihan di IWIP adalah sebuah langkah untuk keluar dari zona nyaman.

“Setelah lulus SMA saya berpikir, dari pada saya hanya diam di kampung dan tidak melakukan apa-apa, lebih baik saya ikut pelatihan ini. Apalagi ini gratis,” katanya.

Humas PT IWIP, Bilal Sau mengatakan, program pelatihan ini adalah upaya PT IWIP dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap dalam dunia industri. Harapannya adalah angkatan kerja di Maluku Utara bisa terserap secara optimal, dengan begitu maka angka pengangguran juga bisa diminimalisir.

Awal tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran di Halmahera Tengah yang mengalami penurunan. Menurut BPS, turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tidak terlepas dari kehadiran PT IWIP.

“Untuk pelatihan ini, kami memprioritaskan masyarakat Maluku Utara, namun tidak menutup kemungkinan dari luar juga bisa ikut bergabung,” katanya. “Selama pelatihan kami juga menyediakan akomodasi dan konsumsi untuk peserta pelatihan.”

Para peserta ini akan mengikuti pelatihan dalam rentang waktu tertentu. Di akhir nanti peserta bakal mengikuti ujian, dan jika dinyatakan lulus, mereka langsung bisa dikontrak menjadi karyawan PT IWIP. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *