Dinilai Percuma Ngurus Dokumen Industri, Kayu Olahan Ilegal Makin Marak

Reporter : Odhe 

Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Sepertinya syarat kelengkapan dokumen pengelolaan kayu olahan industri yang menjadi wajib bagi setiap pelaku usaha dinilai percuma karena tak laku dipasaran dan terkesan tak terlindungi dari tangan-tangan oknum aparat negara di wilayah ini.

Hal ini dikemukakan oleh salah satu pelaku usaha industri yang terbilang bangkrut baru-baru ini kepada media. Menurutnya, proses memperoleh dokumen industri tak semudah membalikan telapak tangan. Karena harus mengeluarkan biaya alat pengelolaan kayu industri, selain itu waktu dan pikiran pun banyak tersita.

Setelah semua tahapan itu rampung, justru yang lebih laku dipasaran adalah aktivitas kayu olahan yang diangkut secara ilegal. Untuk itu pada kesempatan ini kami sampaikan kepengurusan dokumen pengelolaan industri dapat merugikan kami sampai jatuh bangkrut.

“Kami melihat aktivitas pembalakan hutan secara liar yang merugikan negara justru bebas beraktivitas dan peredaran kayu olahan mereka (ilegal) justru laku dan terkesan dibekingi oleh tangan-tangan aparat negara, dan ini fakta,” ujarnya kesal.

Pelaku usaha industri inipun mengaku kesal atas regulasi dan kebijakan Pemerintah baik Balai Kementerian Kehutanan dan Provinsi melalui Dinas Kehutanan yang terkesan ikut terlibat dalam aktivitas peredaran kayu olahan secara ilegal yang dapat merugikan negara tersebut,” tandasnya.

Akhir kata lanjutnya, jadi yang merusak hasil hutan bukanlah warga masyarakat, tetapi tangan-tangan aparat dan petugas abdi negara. Sehingga kerugian negara tak terbendung lagi di wilayah ini.

Akhir-akhir ini kabar ratusan meter kubik kayu olahan yang masuk di beberapa perusahaan diduga tak membayar pajaknya sama sekali, dan aksi ini dapat merugikan negara yang sangat luar biasa. Kami pikir operasional SIPPUH Dinas Kehutanan Pemprov Maluku Utara pasti mengetahui kerugian ini,” tuntasnya.

IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
SAVE_20240410_210756
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *