Ferronikel Tumpah, DLH dan DPRD Serius Berlari, Lingkungan Hidup di Pulau Obi Seperti di Kebiri

HALSEL, TM.COM-Memang setiap yang memegang kendali di bidangnya harus mengendalikan segala macam kepercayaan yang telah di embankan kepadanya dengan dalil dan dasar serta undang-undang yang berlaku.

Sudah tentu ada ketetapan lain baik pusat maupun daerah tentang tiap masalah yang di hadapi. Apalagi soal lingkungan hidup. Ia menjadi hal dasar keberlangsungan kehidupan orang banyak.

Bicara soal lingkungan hidup, di Pulau Obi beberapa waktu lalu sempat jadi sorotan soal tumpahnya Ferronikel di laut Obi yang di miliki PT Wanatiara Persada, salah satu perusahaan tambang di pulau berjuluk Obi Mayor.

Tumpahan Ferronikel tersebut mendapat respon cepat dari legislatif dan eksekutif. Keduanya masing-masing, Safri Talib Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), dan Samsu Abubakar PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halsel.

Dalam keterangan medianya, DLH Halsel atas tumpahan ferronikel yang terjadi telah mengirim sampel ke Laboratorium Sulawesi Utara (Manado) untuk di uji. Dan sebelumnya DLH Halsel telah menginvestigasi melalui timya atas insiden tumpahan ferronikel tersebut. Tak hanya itu, Dirjen Gakum RI serta DLH Maluku Utara pun turut menginvestigasi kejadian itu.

Bagian keterangan lainnya, jika atas uji laboratorium di temukan dan terbukti terjadi pencemaran lingkungan, maka Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wanatiara dapat di cabut oleh Dirjen Gakum Kementerian Lingkungan Hidup sebagai tindak lanjut penegakan hukum.

Sementara Sebagai Ketua Komisi III DPRD Halsel dalam keterangannya di salah satu media online berharap ke pemerintahan pusat agar dapat mengambil langkah tegas terhadap PT Wanatiara jika hasil investigasi menunjukkan adanya pencemaran lingkungan.

Respon dan tanggapan DLH Halsel serta Ketua Komisi III DPRD Halsel ternyata ada tanggapan come backnya. Adalah Darwan Abdul Hasan, S. I. Kom, Penggiat Lingkungan Pulau Obi, Alumni Universitas Karya Dharma Makassar.

Bagi Darwan, permasalahan yang terjadi di Pulau Obi cukup kompleks. Darwan bilang harusnya bila ada sesuatu kejadian di obi mendapat respon dan tanggapan cepat dari DLH dan Ketua Komisi III DPRD ini tentu akan menjadi angin segar bagi masyarakat Obi. Namun Darwan menganggap tanggapan keduanya berlebihan.

“Sebagai pemuda dan penggiat lingkungan di kecamatan Obi, saya ingin menyatakan bahwa justifikasi kerusakan lingkungan yang disampaikan oleh keduanya di salah satu media terlihat terlalu berlebihan” Tulis Darwan dalam rilisnya Minggu (28/5/2023)

Selain itu, Darwan menganggap sikap DLH dan DPRD Komisi III Halsel terkait tumpahan ferronikel seperti pahlawan kesiangan.

Lebih luas Darwan sampaikan “DLH dan DPRD Kabupaten Halmahera Selatan terlihat terlalu bersemangat dan berusaha sok peduli terhadap masalah lingkungan di Obi. Namun tampak bersembunyi saat peristiwa tumpahan ferronikel terjadi”

“Padahal, tumpahan ferronikel tersebut bukanlah akibat kesengajaan. Tidak mungkin ada yang sengaja membuang hasil yang bernilai ke dalam laut” Sambung Darwan dalam rilisnya.

Dengan kejadian dan atas tanggapan dari kedua belah pihak ini, telah menciptakan tanda tanya besar. Hal ini di soroti dan di boboti Darwan dengan mengajukan pertanyaan dalam rilisnya. Apa yang di lakukan oleh DLH dab DPRD Halsel ini?

“Mereka seharusnya memberikan solusi dalam mencegah kerusakan lingkungan, bukan bertindak berbelit-belit seperti pahlawan kesiangan” Bobotan sekaligus jawab Darwan atas pertanyaannya.

“Jika DLH dan DPRD benar-benar peduli terhadap lingkungan di Obi, tentunya mereka tidak hanya berkomentar mengenai kasus tumpahan nikel” Lanjut Darwan.

Tidak berhenti di situ, terkait dengan hal yang terjadi, Darwan menyayangkan banyaknya permasalahan lingkungan di pulau Obi yang menurutnya selama ini belum terlihat sosialisasi dari DLH. Padahal, yang demikian merupakan tanggung jawabnya DLH yang harus di seriusi.

“Masih banyak masalah lingkungan lain yang perlu diperhatikan, seperti masalah sampah plastik yang tersebar di laut Obi. Tanggung jawab DLH terhadap pencemaran laut dan kerusakan lingkungan seharusnya juga menjadi perhatian serius. Selama ini, tidak pernah terlihat adanya sosialisasi dari DLH kepada masyarakat terkait masalah ini Ucap Darwan.

Alih-alih membicarakan masalah lingkungan, soal tumpahnya ferronikel di laut, spontan DLH bagi Darwan seolah-olah tidak pernah terlibat dalam upaya sosialisasi ke masyarakat. “Padahal, kami membutuhkan kehadiran Pemerintah Daerah dan pihak terkait lainnya dalam menangani masalah ini” Tutur Darwan.

Darwan juga mencibir keanehan yang terjadi saat DLH dan DPRD Halsel bersinggungan langsung dengan pemodal atau investor. “DPR dan DLH dengan cepat berkomentar mengatasnamakan masyarakat Obi” Ujarnya.

Tak henti Darwan tuangkan harapan dalam rilisnya. Sebagai Warga Obi Darwan berharap, keseriusan serta perhatian dari Pemda dan pihak terkait dalam menyediakan fasilitas pembuangan sampah. Baik tempatnya maupun unit angkutannya.

Tanpa meminta belas kasih, Darwan juga sampaikan, sebagai masyarakat Obi seringkali merasa terabaikan. Rasa tersebut di ungkap Darwan akibat debu di jalanan pulau obi yang tak kunjung di buat. Belum lagi kualitas air minum yang belum sepenuhnya terjamin. Sehingga warga dan anak-anak di obi banyak terkena diare akibat air yang di duga tercemar. Hal tersebut berdasarkan data dari Dinkes Halsel yang mencatat 520 kasus diare sejak Januari hingga awal Maret 2023.

Kesal dengan hal demikian, Darwan tuliskan sebuah ungkapan dalam rilisnya.

“Jalan di Pulau Obi, antara bersabar dan Bersyukur” Ungkapan Ironis Darwan dalam tulisannya.

Hemat Darwan, Masih banyak masalah yang perlu di perbaiki, bukan hanya menghabiskan waktu dengan kasus tumpahnya Ferronikel di laut Obi.

Di akhir rilisnya, Darwan kembali pertanyakan di mana tanggung jawab pihak pihak yang bersangkutan selama ini? Dirinya berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap masalah lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Obi. ( Tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *