FPII Malut Desak Polres Tikep Tetapkan Pelaku Pemukulan Wartawan di Tidore jadi Tersangka

  • Share

Halteng-Teropongmalut.com, Ketua Forum Pers Independen Indonesia Provinsi Maluku Utara, Junaedi Abdul Rasyid mendesak Polres Kota Tikep untuk segera menetapkan pelaku pemukulan salah satu wartawan di Kota Tidore Kepulauan atas nama Said Marsaoly, sebagai tersangka penganyaan dan menghalang-halangi tugas jurnalistik.

Sebab, menurut FPII Malut tindakan pemukulan terhadap wartawan merupakan pembungkaman kemerdekaan pers di negeri yang sama – sama kita cintai ini. Olehnya itu, dihimbau kepada Kapolres Tikep untuk segera menahan dan memproses secara serius karena ini menyangkut dengan Marwah dan harga diri seorang wartawan.

“Sebagai bentuk Integritas antara Polri dan Wartawan dalam bekerjasama di lapangan hal ini harus didukung penuh oleh pihak Polri lebih khusus lagi Polres Tikep, dalam hal ini Kapolres harus segera bertindak dan menahan pelaku pemukulan wartawan yaitu Abang KO,” jelas Junaedi Abdul Rasyid.

Ketua FPII Malut mengaku kekerasan terhadap wartawan. Sebab, kekerasan terhadap wartawan merupakan preseden buruk bagi sistem kemerdekaan pers dan membungkam hak demokrasi publik.

Untuk itu FPII Malut menghimbau penegakan hukum Polres Tikep harus berjalan secara baik. Apa lagi ini soal tindakan pemukulan terhadap wartawan. Sebab kekerasan tidak dibenarkan, mestinya pihak ataupun keluarga yang merasa dirugikan dengan pemberitaan media harusnya menggunakan hak jawab atau mengklarifikasi jika merasa dirugikan.

Junaedi menegaskan dan mendesak aparat kepolisian dalam hal ini Polres Tikep untuk mengusut tuntas pelaku pemukulan yang sudah melakukan pemukulan kepada Said Marsaoly (wartawan).

“Sebagai Organisasi Pers, kami mengutuk keras aksi pemukulan yang menimpa saudara Said Marsaoly wartawan BIN Pers, kami meyakini bahwa Said telah menjalankan kaidah jurnalistik yang benar,”  pungkasnya. (Anches/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *