Gawat Darurat, Pemprov Malut Terbukti Tak Punya Niat Baik Realisasi DBH Halteng,

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongnalaut.com Dion (31) warga masyarakat desa Nurweda Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah mengaku kesal setelah membaca pemberitaan DBH puluhan milyar rupiah yang belum direalisasi oleh Pemprov Maluku Utara.

“Sepertinya Pemprov Maluku Utara mengalami kondisi gawat darurat sehingga DBH Pemda Halteng tahun 2011 – 2012 yang berjumlah Rp 30.074.413.292, (Tiga puluh milyar tujuh puluh empat juta empat tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh dua rupiah). Belum lagi DBH selama 10 tahun mulai dari tahun 2013 – 2022,” tandas Dion.

Dari sikap yang tak terpuji ini, Dion bilang ini sudah terbukti bahwa Pemprov Maluku Utara tak berniat baik merealisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Pemda Halteng, sehingga diminta para pihak terkait untuk mengusut tuntas persoalan ini. Apakah Dana Bagi Hasil (DBH) puluhan milyar itu digunakan apa?
Apakah disalahgunakan atau digunakan ke pembayaran hutang Pemprov Malut atau bagaimana,” jelas Dion.

Dion juga bilang sangat sependapat dengan penyampaian Ketua Komisi II DPRD Halteng Ahlan Djumadil. Karena ketentuan UU Nomor 28 itu jelas, DBH di bagi sebesar 80 persen yang berasal dari wilayah Provinsi dengan rincian 26 persen untuk Provinsi dan 54 persen untuk Kabupaten/Kota.

Dia juga sependapat dengan dengan Kepala BPKAD Halteng, Abdurrahim Yau yang mengatakan, DBH itu, sudah diestimasi sebagai sumber pendapatan dan telah dialokasikan dalam batang tubuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sehingga, jika DBH Halteng tidak dibayarkan, maka akan berpengaruh pada program dan kegiatan yang sudah programkan dalam APBD Halteng.

Untuk itu lanjut Dion, ini sama halnya Pemprov Malut menghalangi dan terkesan tak mendukung program Pemda Halteng. Buktinya, sejauh ini DBH Halteng belum direalisasikan sampai saat ini. Sepertinya pengelolaan keuangan Pemprov Malut sedang kacau balau, atau jangan-jangan digunakan gali lubang tutup lubang seperti lagunya seorang raja dangdut yakni bang haji pendiri Soneta Group,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *