GPM: Kecelakaan Kerja di PT IWIP Adalah Akibat dari Perusahaan Abaikan K3

  • Share

Ternate-TeropongMalut.com, Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia industry, ini tercantum dalam undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang memuat aspek K3 yang harus dipenuhi oleh perusahaan sebagai komitmen bersama antara perusahaan dan pemerintah. Demikian dijelaskan Ketua pimpinan Anak Cabamg (PAC) Gerakan Pemuda Marhaenis GPM Kecamatan Gane Barat M. Tahir Sahid. M. Ling, kepada media ini Rabu (16/06).

Namun hal yang terjadi di lapangan tak sesuai dengan komitmen seiring dengan insiden yang terjadi di PT. IWIP seakan-akan tidak ada kepedulian baik dari PT. IWIP sendiri maupun dari pemerintah.

“Insiden kebakaran di areal tungku/smelter di PT IWIP ini menandakan kurangnya pemahaman para pekerja serta tidak ada komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kesahatan kerja,” katanya.

Padahal semakin besar kecelakan kerja maka semakin besar kerugiaan bagi Perusahan dalam hal ini PT. IWIP.

Gerakan pemuda Marhaenis kata M. Tahir Sahid, melihat Dinas Ketenaga Kerja Provinsi Maluku Utara dan PT IWIP seakan-akan tidak peduli terhadap amanah undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Padahal pemerintah dan yang berkepentingan dalam hal ini PT. IWIP berkewajiban melaksanakan undang-undang serta peraturan yang berlaku demi keselamatan para pekerja.

Hal yang disampaikan harusnya PT. IWIP lewat Departemen K3 mengidentifikasi sumber-sumber bahaya yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan agar kiranya seluruh pekerja dapat memahami resiko dan bahaya di areal yang berpotensi terjadi insiden serta melakukan protap berupa jalur evakuasi ketika terjadi insiden.

Lebih lanjut M. Tahir Sahid. M. Ling mengungkapkan
Kecelakaan kerja yang terjadi di PT. IWIP bukanlah hal yang baru. Kasus kebakaran arel tungku/smelter ini merupakan kejadian rentetan yang terjadi di PT. IWIP.

Sebelumnya terjadi kecelakaan tabrakan yang mengakibatkan korban jiwa , olehnya itu Gerakan Pemuda Marhaenis mengecam PT. IWIP segerah membenah diri agar Insiden K3 bisa diminimalisir, dan memintah pemerintah lewat kementerian ketenagakerjaan dan dinas ketenagakerjaan provinsi Maluku Utara segera membentuk tim dan segerah malakukan Audit Investigasi terhadapt aspek K3.

“Apabilah insiden ini merupakan kesalahan perusahaan dalam hal ini PT IWIP maka kami Gerakan Pemuda Marhaenis meminta kepada pemerintah untuk memberikan sangsi tegas berupa pemberian rapor merah atau Hitam Kepada PT. IWIP,” tegasnya.

Apabilah tuntukan GPM tidak di indahkan “maka kami atas nama rakyat dan institusi akan menyurat dengan resmi ke Dewan keselamatan dan kesehatan kerja nasional ( DK3N) dan menuntut ke Komisi Hak Asasi Manusia.

Sebelumnya pada Selasa (15/06) salah satu tungku smelter pada PT IWIP yang sedang memasak bahan-bahan tambang tiba-tiba meledak. Akibatnya Enam karyawan di areal itu tersiram cairan panas yang menyebabkan seluruh tubuh hangus terbakar dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Chasan Boesorie Kota Ternate. (Dar/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *