Kadis Dispora Malut Tidak Tau Soal Tuntutan Siswa PPLP Malut

  • Share

Sofifi. TeropongMalut.com. senin (14/06/21) sekitar pukul 10.00 wit, siswa PPLP yang berjumlah 40 orang mendatangi kantor dinas pemuda dan olahraga disofifi untuk menuntut hak -hak mereka yang belum dibayar selama lima bulan mulai dari bulan januari sampai bulan mei 2021, termasuk gaji pelatih, dan asisten pelatih.

Saat dikonfirmasi teropongmalut pada Senin, Juni 2021 di ruang kerjanya, kepala dinas pemuda dan olahraga, Ansar Daaly menyampaikan, bahwa demo yang dilakukan oleh siswa PPLP yang ada di Gor itu merupakan rangkaian yang sebelum-sebelumnya ada, sehinga persoalan berkembang saat ini.

Lanjut Kadis Dispora, “kami menunggu kedua pelatih datang baru diselesaikan terkait dengan gaji yang belum dibayar selama lima bulan kepada siswa yang ada di Gelangang olah raga itu”.

Olehnya itu dia juga tidak membatasi demo di kantor dispora, namun menyampaikan persoalan yang objektif saja, dan saat diajak oleh kadispora masuk ke dalam kantor siswa menolak dan tidak mau masuk kedalam kantor tersebut.

Ansar Daaly menambahkan, “jabatan ini kan tergantung pimpinan, dan saya duduk sebagai kadispora bukan merampas orang pe jabatan, tetapi menjabat sebagai kadis melalui asesment”. Kata Ansar.

Sejak tanggal 26 april 2020 dilantik menjabat kadisdispora dan mulai menduduki kantor ini, saya dan staf kunjungan ke PPLP yang ada di desa Akekolano, disitu kami melihat banyak fasilitas yang rusak, mulai dari tempat tidur siswa, makanan, dan tempai tidur, serta sarana olahraga lainnya dan tidak teratur, sehingga kadispora mengambil langkah untuk patungan dengan membuka uang Tunjangan Tambahan pegawai untuk membeli makanan dan memperbaikinya.

Sementara anggaran tersebut untuk membayar siswa atlet melalui dana Dekon dari Kemenpora dan dibayar langsung kepada rekening siswa masing-masing, dan anggaran Dekon ditahun 2020 belum terbayar itu seluruh indonesia, bukan cuma malut saja.

Sementara siswa yang berjumlah 42 orang dan didanpingi asisten pelatih silat berinsial IS menyanpaikan bahwa, ” seluruh arlet dan pelatih PPLP dan 4 cabang olahraga siap keluar dari pusat pembinaan latihan olahraga pelajar (PPLP) dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh atlet dan pelatih secara tertulis”. Ucapnya

Lanjut asisten pelatih silat itu, hal ini dilakukan karena para atlet merasa tidak lagi diperhatikan kebutuhan – kebutuhan mereka, mulai dari fasilitas latihan yang tidak memadai, mulai dari fasilitas tempat tidur yang tidak layak untuk digunakan, serta hak mereka selama 7 bulan tidak diberikan oleh dinas pemuda dan olahraga maluku utara itu. kesalnya. (Bur)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *