Kasus Cinta Segitiga: MH Menilai Laporan ke BKD Provinsi Maluku Utara Salah Alamat

Morotai TeropongMalut.com — Mein Hebata (MH), seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di SMA 2 Morotai, menilai bahwa laporan yang diajukan oleh Tierty (TY) bersama keluarga dan kuasa hukumnya ke Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku Utara terkait kasus cinta segitiga adalah salah alamat. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 11 Juli 2024.

Dalam kasus cinta segitiga dengan seorang pria berinisial XXX, Mein Hebata juga menganggap “dirinya sebagai korban dan saat ini sedang hamil 9 bulan.”

Lanjut Mein “menegaskan bahwa jika disebut sebagai pelakor atau perebut suami Tierty, hal tersebut tidak beralasan karena pria berinisial XXX dan Tierty belum menikah dan baru saja menjadi calon istri dari pria tersebut”.

Mein Hebata, seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, menjelaskan melalui chat WhatsApp bahwa “masalah cinta segitiga tidak berkaitan dengan statusnya sebagai pegawai PPPK”.

Dia menyarankan agar masalah ini diselesaikan dengan baik-baik agar tidak menimbulkan fitnah yang disebarluaskan oleh Tierty dan keluarganya, baik melalui media online maupun radio FM Tobelo di Halmahera Utara. (TS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *