Keluarga Korban Pengeroyokan di Weda Berharap Keadilan : Laporan Resmi Dibuat

Penulis : Odhe 

Editor : Redaktur 

HALTENG, Teropongmalut.com – Dalam suasana yang diliputi harapan akan keadilan, sebuah keluarga di Weda Halmahera Tengah mengambil langkah berani dengan melaporkan sebuah kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpa salah satu anggota keluarganya. Pada hari Jumat, 12 April 2024, keluarga korban berkumpul di Kepolisian Resor Halmahera Tengah, membawa bersama harapan dan kesedihan yang mendalam.

Kasus yang terjadi di Desa Sakam, Kecamatan Patani Timur, ini bukan hanya sebuah cerita tentang kekerasan, tetapi juga tentang keberanian keluarga untuk mencari keadilan. Sarif, berusia 61 tahun, bersama dengan Djakaria, Ilham, Rufai, Zulkifli, Iwan, Yudi, dan keluarga lainnya, datang untuk melaporkan insiden yang menyakitkan tersebut. Insiden yang terjadi pada Kamis, 11 April 2024, sekitar pukul 4:00 Waktu Indonesia Timur, telah meninggalkan luka tidak hanya pada korban, Yunus, tetapi juga pada seluruh keluarga.

Dengan langkah penuh determinasi, mereka menuntut agar pihak kepolisian segera bertindak, memanggil para pelaku, dan melakukan pemeriksaan yang diperlukan. Zulkifli, warga Desa Were, yang turut mendampingi Sarif dalam membuat laporan, menegaskan pentingnya tindak lanjut cepat dari kasus ini oleh pihak kepolisian.

Keluarga korban, yang telah menunjukkan keberanian dan kekuatan dalam menghadapi tragedi ini, kini menunggu respons dan tindakan dari Kepolisian Halmahera Tengah. Mereka berharap bahwa laporan yang telah mereka buat bukan hanya akan menjadi langkah pertama menuju keadilan, tetapi juga menjadi pesan kuat terhadap pentingnya keamanan dan perlindungan bagi setiap individu di masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepolisian Halmahera Tengah. Masyarakat setempat dan keluarga korban menantikan dengan penuh harap, tindakan nyata dari pihak berwenang dalam menangani kasus ini, menegakkan keadilan, dan memastikan bahwa keamanan serta kesejahteraan warga menjadi prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *