Kepala DP3A Membuka Pembekalan KKN UNIBRAH Angkatan Ke IX

Reporter : Bur
Editor : Redaksi

SOFIFI, Teropongmalut.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) provinsi Maluku Utara, Hj. Musrifah Alhadar, membuka dengan resmi kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata Angkatan ke Sembilan (IX) yang berlangsung di aula Kampus satu (I) Universitas Bumi Hijrah Tidore di Sofifi, Jumat, (03/02/23) pukul 10.00 WIT.

Kepala DP3A Malut, Hj. Musrifah Alhadar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sehingga kalian menjadi Mahasiswa sudah merupakan kebanggan tersendiri buat orang tua dan diri sendiri karena tidak tidak semua orang dapat mengecap pendidikan sampai pada tingkat ini, apa lagi saat ini akan mengikuti pembekalan KKN dengan ilmu-ilmu kemasyarakatan dan saatnya kini melaksanakan praktek dalam kehidupan nyata,” pungkasnya.

Musrifah juga bilang bahwa rasa bangga ini juga harus di tunjukan dengan menjadi Mahasiswa yang berguna untuk masyarakat adalah rasa yang harus dimiliki. Semoga dengan rasa itu, nantinya akan menjadi pemantik semangat untuk bekerja dan menabur bersama masyarakat dolokasi KKN.

Sesi Foto bersama

Olehnya itu, rasa empati mahasiswa akan diuji, sehingga sudah semestinya harus ditunjukan bahwa kalian (Mahasiswa) adalah kaum akademisi yang berempati pada masyarakat, dan harus mengaplikasikan ilmu-ilmu yang selama empat tahun kalian dapat dari kampus.

Foto sambutan Kepala DP3A Malut

Musrifah Alhadar berharap, silahkan abadikan diri kalian, serta pecahkan masalah didaerah masing-masing dengan memiliki keahlian di bidangnya, dan terapkan ilmu sebaik-baik untuk kemajuan daerah maupun UNIBRAH yang sama-sama kita cintai,” ujarnya.

Sementara itu, saat ini kita semua dikepung dengan kemajuan teknologi yang gencar-gencarnya, suka tidak suka kita semua akan terjebak dalam pusaran teknologi yang sangat dahsyat, apakah kita akan menjadi pemain, penonton, atau kah korban dari teknologi itu sendiri, tentu tidak.

Dia juga berharap peran Mahasiswa ditengah masyarakat untuk mengedukasi terkait informasi yang beredar di dunia maya (sosmed) tidak semua informasi harus dipercaya seutuhnya. Sebagai Mahasiswa juga harus peka dengan masalah -masalah perempuan dan anak yang beredar saat ini terkait kekerasan perempuan terhadap anak, serta masalah stunting yang menimpah anak-anak kita merupakan generasi penerus akan datang.

Sesuai data SIMPONY ditahun 2022 jumlah kasus yang terjadi di Provinsi Maluku Utara sebanyak 400 kasus, dengan angka kematian ibu dan anak berada pada 28,61%, dan stunting berada pada angka 27,5 %. Belum lagi angka perkawinan anak di Maluku Utara yang masih berada di rata-rata angka nasional. Maka dari itu kepala DP3A mengharapkan kepada Mahasiswa untuk berperan lebih nyata, serta membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan agar tidak terjadi kasus baru di lokasi atau desa yang dituju,” harapnya.

Sementara ini Pemprov Malut tengah gencar-gencarnya melakukan gerakan masif guna menekan angka-angka yang disebutkan tadi, maka disinilah dituntut peran civitas perguruan Tinggi UNIBRAH yang tengah berada di masyarakat untuk berbuat lebih nyata dalam proses pencegahan agar perempuan dan anak di Maluku Utara terlindung dari segala bentuk kekerasan.

Diakhir sambutannya kepala DP3A berpesan ” tunjukanlah kalian (Mahasiswa) adalah generasi milenial yang peka dan mampu melihat permasalahan ditengah masyarakat, serta mampu bersama-sama memecahkan masalah, dan perlihatkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa bukan hanya pandai berkoar-koar pada saat demonstrasi, tetapi mahasiswa yang hebat dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, dan tunjukan kerja nyata bukan hanya dengan bangunan fisik, akan tetapi pembangunan non fisik itu lebih berarti dan akan selalu dikenang oleh masyarakat kedepannya, tanpa Mahasiswa harus merubah adat dan kebiasaan masyarakat setempat,” ucapnya.

Sementara itu, sambutan rektor yang diwakili oleh Dekan FIP Unibrah Tidore Dr. La Yusran Lakalamu, M. Pd mengungkapkan” stunting merupakan kekurangan asupan makanan yang bergizi, sehingga menyebabkan anak tersebut lambat pertumbuhan berat badannya menurun, serta tingkat kekerasan, dan penculikan anak saat ini telah beredar di Maluku Utara, salah satunya yang terjadi di daerah Bacan, Obi, Halmahera Utara, serta Kota Tidore Kepulauan.

Ditempat yang sama Ketua Panitia KKN angkatan IX UNIBRAH, Karjo Nalu, M.si, dalam laporannya menyampaikan sudah saatnya kampus Unibrah berkolaborasi dengan Dinas-Dinas yang berada di Kota Sofifi. Dia berharap, Mahasiswa turun pada KKN angkatan IX sebanyak 35 orang yang nantinya tersebar di lima Desa yang berada di Kecamatan Oba Kota Tikep dapat memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakatnya.

Sementara itu tema KKN angkatan ke IX “Kolaborasi Unibrah Cegah Stunting Kekerasan Perempuan Dan Anak Menuju Generasi Emas”.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Para pejabat struktural, Dosen, dan Mahasiswa KKN angkatan Ke IX tahun akademik 2022/2023,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *