Kepemimpinan yang Merangkul, IMS–ADIL dan Cerita Kehadiran Negara di Halmahera Tengah

HALTENG — Di tengah zaman yang kian menegaskan jarak antara pemimpin dan rakyat, Halmahera Tengah justru menghadirkan kisah sebaliknya. Kepemimpinan Ikram Malan Sangadji dan Ahlan Djumadil, yang dikenal melalui pemerintahan IMS–ADIL, tumbuh sebagai narasi tentang negara yang hadir dan dekat, nyata, serta menyentuh denyut kehidupan warganya.

Kepedulian itu terwujud dalam kebijakan yang membumi. Pembangunan rumah layak huni, pendidikan dan layanan kesehatan gratis, serta perhatian khusus bagi janda, lanjut usia, ibu hamil, imam, dan pendeta, menjadi bukti bahwa kebijakan tidak sekadar lahir dari meja birokrasi, tetapi dari empati terhadap kehidupan rakyat. Program-program tersebut bukan sekadar deretan angka dalam laporan, melainkan harapan yang bertunas di ruang-ruang sederhana masyarakat.

Dampak kepemimpinan ini juga dirasakan oleh aparatur sipil negara. Pengelolaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dilakukan secara bijak menghadirkan rasa aman dan kesejahteraan, sekaligus menumbuhkan kembali semangat pengabdian ASN dalam melayani publik secara profesional dan berintegritas.

Setiap kunjungan kerja kerap diselimuti suasana haru. Air mata yang jatuh bukan karena janji, melainkan karena rasa diperhatikan. Sikap ramah, santun, dan tanpa sekat yang ditunjukkan kedua pemimpin ini membangun kepercayaan publik bahwa pemimpin yang memahami denyut penderitaan rakyat akan melahirkan kebijakan yang menyentuh dan berkelanjutan.

Distribusi bantuan sembako yang terus digencarkan menjadi bagian dari rangkaian kepedulian tersebut. Di negeri Fagogoru, kepemimpinan IMS–ADIL bukan semata tentang mengelola kekuasaan, melainkan tentang merangkul, menguatkan, dan berjalan bersama rakyat menuju kehidupan yang lebih layak.

Didampingi Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, Ikram Malan Sangadji dan Ahlan Djumadil menunjukkan keteguhan yang tak mudah surut.

Di saat hari raya Idulfitri maupun Natal dan Tahun Baru, ketika sebagian orang memilih beristirahat, keduanya justru turun ke pelosok desa. Waktu libur dimaknai sebagai ruang untuk mendengar, menyerap aspirasi secara langsung, dan memastikan setiap suara rakyat menemukan tindak lanjut nyata.

Baru setahun kepemimpinan IMS–ADIL berjalan, namun jejaknya telah meninggalkan kesan mendalam. Masyarakat dan ASN merasakan sentuhan kepedulian yang tulus dari sebuah kepemimpinan yang tidak hanya memerintah, tetapi memeluk dan menyalakan harapan. (Odhe)

IMG-20251219-WA0016
IMG-20251219-WA0016
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *