Kolano Waigitang Ingatkan Bupati Halsel Agar menjadi Pemimpin yang Sejuk bukan Pemimpin yang “Menyikut” 

Halsel-TeropongMalut.com, Keputusan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Basam Kasuba, menonjobkan sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemkab Halsel beberapa hari lalu mendapat respon negatif dari Kolano Waigitang Arsad Sadik Sangaji, S. Sos, M.Si. 

Arsad, kepada media ini Sabtu 23 Maret 2024 menilai sikap dan keputusan Bupati Halsel “menggusur” pejabat eselon II, III dan IV di Pemkab Halsel mencerminkan sikap arogan dan tak tau terima kasih. 

“Seharusnya sebagai kepala daerah, dia harus berjiwa mengayomi dan menciptakan kesejukan buat semua etnis yang ada di Halsel, bukan menjadi pemimpin yang suka “menyikut” orang yang telah membantunya mencapai kekuasaan,” tegas Caken sapaan akrab Arsad Sadik Sangaji.

Para pejabat yang digusur lanjut Caken, dulunya merupakan orang yang sangat berjasa menghantarkan pasangan Usman-Basam berhasil merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati dari tangan Bahrain Kasuba. 

“Setelah Bupati Usman Sidik, meninggal dunia dan Basam diangkat sebagai Bupati dia langsung “menggusur” secara bertahap seluruh kabinet dan pengikut Usman Sidik dari jabatan mereka. Tindakan seperti ini sangat disesalkan, karena cenderung menciptakan kondisi birokrasi yang tidak kondusif, yang akan berdampak buruk bagi pelayanan publik,” sesal Caken, sapaan akrab Kolano Waigitang.

Keputusan Bupati Halsel menggusur pejabat eselon II, III dan IV pengikut Usman Sidik merupakan langkah awal menciptakan “permusuhan” politik yang bakal balik melawan Basam Kasuba saat ia kembali mencalonkan diri sebagai calon Bupati Halsel pada Pilkada tahun 2024 ini.

“Pergantian pejabat merupakan hak prerogatif Bupati, hanya saja kami melihat penggunaan hak prerogatif Bupati dilakukan tanpa pertimbangan politis, yang akan merugikan Bupati itu sendiri karena tidak mampu menciptakan keseimbangan,” jelas Caken. 

Lebih lanjut Caken menjelaskan sebagai putra daerah ia, sangat prihatin dengan keputusan Bupati Halsel Basam Kasuba yang menggusur tidak hanya Kabinet Usman, melainkan menggusur juga sisa-sisa kabinet Bahrain Kasuba.

“Sebagai salah putra daerah yang Hubbul Watan Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian dari Iman, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan Bupati Halsel untuk tidak seenaknya “menggusur” kabinet karena nanti akan menciptakan boomerang bagi dirinya sendiri,” jelas Caken mengingatkan. 

Sebagai pemimpin atau kepala daerah lanjut Arsad, Bupati Halsel harus menciptakan kesejukan dan keseimbangan, bukan malah menciptakan situasi yang tidak kondusif di tengah-tengah masyarakat, dengan kebijakan-kebijakan yang tidak populis.(Tim/red)

IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
SAVE_20240410_210756
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *