KPU Halut Gelar Sosialisasi Kepada Siswa SMK

  • Share

Halut-Teropongmalut.com– Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Halmahera Utara menggelar sosialisai untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemlih pemula yakni siswa SMK Nusantara dan SMK Gotong Royong. Adapun sosialisasi itu mengusung tema “Anda bertanya kami menjawab” itu digelar di Halaman Kantor KPUD Kabupaten Halmahera Utara Jumat 5 November 2021.

Ketua KPU Muhamad Rizal dalam sambutanya menuturkan bahwa Partisipasi pemilih dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah merupakan salah satu faktor untuk menilai sejauh mana kualitas pemilu dan pemilihan itu diselenggarakan.

“Partisipasi juga tidak sekadar persoalan seberapa tinggi tingkat pemilih menggunakaan hak pilihnya di bilik suara, tetapi juga sejauh mana penggunaan hak pilih itu disalurkan atas kesadaran dari pemilih itu sendiri. Kesadaran yang dimaksud di sini yakni kesadaran dalam memilih pemimpin,” jelasnya.

Pemimpin itu ada syarat-syaratnya diantaranya.

1. Integritas atau memiliki kemampuan intelektual yang baik sehingga memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

2. Kreatif dan Inovatif.
Kreatif itu kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan memandang masalah menjadi peluang sedangkan inovatif adalah keterampilan yang bernilai lebih.

3. Akuntabilitasnya baik. Akuntabilitas itu menejemen diri yang baik sesuai aturan-aturan yang berlaku atau perlakuan diri yang tidak menyimpang dengan aturan.

4. Pemimpin juga harus optimis tidak boleh berfikir kecil apalagi kecewa dalam menghadapi hidup.

5. Pemimpin harus transparan atau terbuka kepada masyarakat. Tidak boleh ada program yang dibuat tanpa diketahui oleh rakyat. Kalau kapasitas sebagai bupati berarti setiap yang diprogramkan harus melalui pembahasan di DPRD sebagai representasi rakyat atau keterwakilan rakyat di pemerintahan.

“Sebaliknya Kunci dari peningkatan angka partisipasi ini tentu saja sosialisasi, seperti yang KPU lakukan saat ini,” jelasnya.

Namun dalam konteks pembangunan demokrasi yang lebih luas, kata Ketua KPU Halut maka upaya-upaya untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih, tidak bisa hanya bergantung pada kinerja KPU. Tapi juga keterlibatan semua pihak, baik itu masyarakat secara umum, peserta pemilu, pemantau pemilu, serta organisasi masyarakat sipil termasuk siswa SMA/SMK yang dikategorikan sebagai pemilih pemula.

KPU Halut lanjut Ketua KPU Muhammad Rizal mengaku pihaknya memiliki pengalaman untuk mewujudkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 lalu. Waktu itu KPU juga bekerja sama dengan organisasi kepemudaan dan masyarakat seperti Perempuan Aliansi Masyarakat Adat dan organisasi lain seperti PMII, GMKI, HMI dan lainnya.

Tujuannya agar para funding ini bisa menyampaikan, pentingnya pemilihan dan tahapan pelaksanaan pemilihan dari mulai pendataan pemilih sampai hari H pencoblosan suara.

“Dan sukur Alhamdulillah, dampaknya cukup signifikan, tingkat partisipasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kemarin juga meningkat dari angka 69,77 persen pada Pemilihan Kepala Daerah 2015 menjadi 80,48 persen di Pemilihan Kepala Daerah 2020,” jelasnya.

Harapan KPU Halut lanjut Muhammad Rizal, kehadiran para siswa dalam forum diskusi pemilu ini dapat lebih meningkatkan partisipasi pemilu dan pemilihan kepala daerah di 2024. Apalagi ada siswa yang berpraktek di Kantor KPU Halut telah ditunjuk sebagai duta pemilu dan pemilihan 2025.

“Materi-materi yang dapat disampaikan di lingkungan masing-masing. Sebab tingkat partisipasi erat kaitannya dengan pengetahuan seseorang tentang pentingnya pemilu maupun pemilihan,” ujar Muhammad Rizal. (Ikwan/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *