Lelilef Kembali Bergejolak Kasus Penikaman Dugaan Hasil Miras

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.comBerdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Jumat tanggal 22 September 2023 sore tadi bahwa Desa Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara yang merupakan wilayah Industri Investor Asing yakni PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) kembali bergejolak dengan kasus penikaman yang diduga dari hasil dari pesta minuman keras alias miras.

Dari peristiwa tersebut sehingga karyawan yang tak bersalah pun menjadi korban pemukulan karena sudah merembet kepada kelompok dan suku,” jelas sumber yang enggan identitasnya disebutkan ini.

Sumber mengaku pelaku penikaman sudah diamankan petugas kepolisian, sementara korban dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan medis karena korban mengalami luka sayatan di bagian pinggang dan belakang.

“Peristiwa ini meresahkan masyarakat yang luar biasa, tak terhitung lagi dampak sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, semenjak hadirnya Investasi asing ini, berbagai peristiwa mulai bermunculan satu persatu,” kesalnya.

Sumber ini pun mendesak kepada pihak kepolisian agar memproses hukum terhadap penjual miras karena sejauh ini miras lah sebagai pemicu setiap peristiwa dan konflik yang terjadi di wilayah ini.

“Jadi kalau ada temuan orang menjual miras, maka proses sesuai hukum yang berlaku, jangan hanya berdali pada Tindak Pidana Miring (Tipiring). Kalau Tipiring terusan maka yang pasti tak akan ada efek jera bagi penjual dan pengguna miras,” tegasnya.

Sumber juga bilang bahwa Lelilef saat ini ibarat sudah seperti wilayah Palestina dan Rusia, selalu saja perang dan peristiwa yang mengenaskan,” ujar sumber ini.

IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
SAVE_20240410_210756
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *