Slider
205 views

LMP Nilai Pertambangan di Malut Hanya Untungkan Segelintir Orang

Ternate-Teropongmalut.com, Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Maluku Utara menilai banyaknya jumlah perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Provinsi Maluku Utara ternyata hanya menguntungkan segelintir orang.

Sementara rakyat Malut sebagai pemilik kedaulatan kebanyakan masih hidup dalam kondisi miskin. Kondisi itu sangat berbanding terbalik dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Provinsi Malut. Demikian dijelaskan Ketua Dewan Pembina LMP Provinsi Malut Samsul Rizal, kepada wartawan usai acara buka puasa bersama dengan Kepala Intelejen Daerah (Kabinda) Malut di Kota Ternate Kamis (29/04).

Foto: Kabinda Malut beri sambutan jelang buka puasa bersama

Menurut Samsul Rizal, atas dasar itu LMP hadir di Malut untuk melakukan kontrol terhadap pemerintah.

.”Kami tidak anti investasi, kami suka dengan investasi, cuma investasi harus memperhatikan hak-hak masyarakat adat, hak-hak masyarakat setempat dan memberlakukan masyarakat secara adil. Sebab kekayaan alam yang terkandung dalam bumi Pertiwi dipergunakan untuk kemaslahatan rakyat itu amanat konstitusi pasal 33 UUD 1945″ jelas Samsul Rizal.

Foto: Suasana Buka Puasa Ramadhan Bersama LMP Provinsi Malut

Seharusnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah lanjut Samsul Rizal, memberikan dampak bagi kesejahteraan bagi masyarakat. Namun yang terjadi di Malut justru sebaliknya.

“Atas dasar itu maka LMP hadir untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal mendorong agar pengelolaan Sumber Daya Alam Malut memperhatikan kesejahteraan masyarakat” tandasanya.

Sementara itu Ketua LMP Provinsi Malut Hi Muhammad Adam, menjelaskan kegiatan buka puasa bersama dimaksudkan untuk silaturahmi dan konsolidasi organisasi untuk membentuk pengurus di kabupaten/kota se-provinsi malut.

Adapun salah satu program yang akan dilaksanakan adalah memperkenalkan LMP kepada publik Malut diantaranya adalah melakukan ekspedisi Merah Putih untuk menancapkan bendera merah putih di daerah perbatasan NKRI. Dalam rangkaian itu diawali dengan Napak Tilas ke daerah-daerah yang pernah dikunjungi oleh Presiden RI pertama Soekarno di Maluku Utara.

“Program lain yang juga bakal digelar adalah pelatihan bela negara bagi generasi muda dan Lemhannas Pemuda untuk menanamkan nilai-nilai idiologi Pancasila” pungkas Hi Muhammad Adam yang juga menjabat Presiden Republik Basedu, salah satu komunitas sosial yang konsen terhadap pengentasan kemiskinan di Provinsi Malut. (Dar/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *