Mubazir dan Parah, Inilah Deretan Proyek Pembangunan Elang-Rahim,

Penulis : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Sejak Pemerintahan Elang – Rahim yang membenah beberapa Infrastruktur pendukung kini mulai terlihat hasilnya. Bangunan seperti GOR, ruas jalan Patani – Gemia dan Reklamasi Pantai Patani Utara.

Kondisi beberapa pembangunan Pemerintahan Elang – Rahim di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara seperti Gelanggang Olahraga (GOR) Fagogoru, Jalan Hotmix Patani – Gemia, Reklamasi Pantai Patani Utara, sangat memprihatinkan.

Beginilah kondisi proyek MY Elang Rahim di Patani

Kondisi beberapa proyek yang menelan anggaran APBD Halteng berkisar ratusan milyar ini tak lagi jalan dan lainnya mengalami kerusakan parah. Diketahui pembangunan GOR Fagogoru dan Reklamasi Pantai terhenti tahun lalu karena ada dugaan korupsi terkait pembangunan GOR tersebut.

Sementara proyek jalan Hotmix Patani – Gemia terlihat rusak parah di setiap sisi badan jalan dan median jalan yang batu batanya terlihat ambruk dan tak dilanjutkan pekerjaannya hingga amatan media mulai dari tanggal 1- 2 Juli 2023 kemarin.

Proyek GOR Fagogoru MY saat dicanangkan Elang – Rahim ini Menpora sempat hadir dalam peletakkan batu pertamanya. Sayangnya, Proyek Multi Years (MY) Reklamasi Pantai dan GOR itu akhirnya terhenti pada tahun 2022 lalu sehingga proyek MY yang menelan APBD masing-masing puluhan milyar lebih ini terbelengkalai dan tak terurus lagi sehingga program MY Elang Rahim tak terwujud.

Hal ini disampaikan sejumlah warga yang mengomentari deretan beberapa proyek Elang – Rahim yang dinilai tak terwujud hingga periode pemerintahan mereka berakhir.

Rusak parah jalan dan proyek median jalan Patani – Gemia ini mubazir beberapa proyek MY yang menghabiskan APBD Halteng ratusan milyaran ini karena diduga kelalaian pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditunjuk oleh Dinas terkait.

Terkait dengan rusaknya beberapa proyek MY yang menghabiskan APBD Halteng ratusan milyar ini diminta harus diusut oleh Aparat Penegakan Hukum (APH). Karena hal ini telah merugikan keuangan negara puluhan milyar rupiah.

IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
SAVE_20240410_210756
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *