Ngaku Bingung Atas Perkara Ini, Begini Bisikan Orang Tua Korban,

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.comSelaku orang tua korban Mernia Kapten atas perkara persetubuhan anak dibawa umur hingga korban (MK) melahirkan seorang anak laki-laki (Regan Kariang) pada tanggal 18 Desember 2022 lalu kembali mempertanyakan penanganan perkara diatas meja penyidik Polres Halteng yang hingga kini masih berjalan ditempat.

Padahal, perkara tersebut sudah dilaporkan dengan Nomor LP/…/III/2023/Res Halteng/SPKT, tanggal 17 Maret 2023, kepada kru Kanit SPKT Shief III (Tiga) Bripka Moh. Andi Ridwan sehingga kami terima Nomor : STPL/55/III/2023/Res Halteng/SPKT pukul 12.30 WIT.

Yanes Kapten selaku orang tua korban menyampaikan bahwa perkara diatas kami sudah laporkan ke penyidik Polres Halteng sejak tahun 2022 silam, namun hingga kami (orang tua) mengaku sudah bingung atas perkara ini. Padahal, setiap perkara yang terjadi wajib dilaporkan kepihak terkait jika pihak keluarga merasa dirugikan atas sebuah perkara (jangan main hakim sendiri) karena katanya Negara ini Negara Hukum.

“Jadi saya sobingung pak, tong soberulangkali datang pertanyakan perkara ini, tapi hasilnya masih tetap sama alias belum ditindaklanjut sampai saat ini,” kisah Yanes Kapten kepada media ini Senin, tanggal 26 Juni 2023 pukul 14.41 WIT di kontrakan media ini di desa Nurweda Kecamatan Weda.

Padahal kami selaku korban hanya menginginkan keadilan hukum atas tindak perkara yang kami laporkan dengan Nomor : STPL/55/III/2023 Res Halteng/SPKT ini. Apa sich yang kurang atas perkara ini, pelaku Jodi Kariang saja sudah mengakui perbuatannya bahkan sudah lalai kesepakatannya sendiri atas perkara ini. Mestinya pelaku sudah harus diproses hukum karena setahu saya setiap akhir surat pernyataan sudah tentu isinya “Apabila nantinya dikemudian hari secara sengaja maupun tidak sengaja melanggar terhadap pernyataan tersebut, maka yang bersangkutan bersedia untuk menerima segala tindakan/ sanksi yang diberikan, saya kira begitu,” ujar Yanes.

Korban Merni Kapten yang merupakan anak dari pasangan Yanes Kapten dan Yoina Kainama ini sudah mengaku bingung atas penanganan perkara persetubuhan anak dibawa umur yang menimpa anak kami pada hari Minggu tanggal 3 April 2022 bertempat di belakang Gereja desa Sidanga yang sudah kami laporkan dengan Nomor LP/…/III/2023/Res Halteng/SPKT, tanggal 17 Maret 2023, sebagai Kanit SPKT Shief III (Tiga) Bripka Moh. Andi Ridwan.

Awalnya kami pihak keluarga berpikir, hanya kepolisianlah perkara ini bisa terkuak dan diproses hukum. Namun, kami salah, karena sejauh ini perkara tersebut terkesan diam saja tanpa ada pengembangan perkara dari penyidik.

Atas perihal ini, saya Yanes Kapten selaku orang tua korban sangat menyesali atas penangan perkara ini. Sebab, lantaran malu dengan perkara ini sampai istri saya Yoina Kainama (Almarhum) meninggal dunia karena terlalu terbebani dengan rasa malu atas perkara yang menimpa keluarga kami,” ucapnya.

Yanes juga menambahkan bahwa seandainya masih ada Institusi yang menangani perkara tindakan asusila yang menimpa anak kami ini. Kami tak bakalan datang lagi di Polres Halteng untuk mempertanyakan perkembangan perkara ini lagi. Karena sudah berulangkali kami datangi pun hasilnya masih tetap sama alias belum ada tidak lanjut dari Bagian PPA Polres Halteng,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *