Oknum ASN Pemkab Haltim Ini, Resmi Diadukan Pemilik Lahan di Mako Polres Haltim

Exif_JPEG_420

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTIM, Teropongmalut.com – Keluarga pemilik lahan kebun pertanian atas nama La Siompu Laode sekeluarga Senin tanggal 25 September 2023 pukul 14.20 WIT mendatangi SPKT Polres Haltim desa Buli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur mengadukan oknum ASN Pemkab Haltim (Guru SMAN 1 Haltim) Yanti Lapiu atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen surat jual beli tanah.

Perihal diatas resmi diadukan oleh La Siompu Laode karena merasa dirugikan dan dinilai kejanggalan dalam dokumen surat jual beli, mulai dari luasan, tanda tangan dan harga yang dicantumkan kedalam dokumen surat jual beli yang diduga sudah disalahgunakan oleh terlapor.

Buktinya, penjualan lahan tanah yang saya (La Siompu Laode) kepada almarhum Rusman Lapiu hanya seluas 30 x 25 x 10 meter pada sudut sebelah barat yang berbatasan dengan adik Wasia Laode dengan harga Rp 8 juta. Sementara adik saya Lamagi Laode menjual lahan tanah kepada Almarhum Rusman Lapiu seluas 75 x 50 x 44 meter di sudut sebelah Timur Selatan dengan harga Rp 14 juta, dan adik saya Laije Laode menjual lahan tanah kepada Almarhum Rusman Lapiu seluas 34 x 25 x 9 meter dengan harga Rp 15 juta di sebelah timur.

Untuk itu kami sekeluarga sangat meragukan isi luasan lahan tanah yang kami jual ke Almarhum Rusman Lapiu dengan luasan, harga dan tanda tangan, apa lagi tanda tangan kwitansi, karena saat itu kami tak pernah membubuhi tanda tangan kedalam kwitansi seperti yang dimiliki terlapor,” kisah Siompu di hadapan petugas kepolisian di ruang SPKT Polres Haltim Senin tanggal 25 September 2023 sore tadi.

Tak hanya itu, kami juga menduga Almarhum Rusman Lapiu dan anaknya yang merupakan oknum ASN ini sudah berniat untuk menguasai lahan tanah perkebunan kami sehingga sengaja mengklaim lahan tanah sudah saya jual semua dan menerbitkan surat jual beli lahan seluas 150 x 150 meter sehingga hadirnya surat sertifikat dengan luas 16831 M² yang diterbitkan pada tahun 2011 silam. Hal ini terjadi diduga Rusman Lapiu (Alm) dan terlapor serta pihak Pertanahan melakukan pengukuran tanpa melibatkan ahli waris sehingga baru diketahui keluarga kami bahwa seluruh lahan kosong yang belum terjual pun sudah dikuasai oleh terlapor dan keluarganya, ini gila,” kesal Siompu di ruang SPKT Polres Haltim sore tadi karena ada kejanggalan dalam surat jual beli yang ada penulisan komputer dan mesin ketik, padahal tahun 2007 Pemdes Buli Karya belum menggunakan komputer tapi masih mesin ketik.

Lanjut Siompu perihal ini sudah dimediasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) dan Bhabinkamtibmas, namun buntuh karena oknum ASN Yanti Lapiu masih tetap mengklaim milik mereka. Mirisnya lagi, terlapor ketika Pemdes dan Bhabinkamtibmas meminta dokumen surat jual yang asli, terlapor oknum ASN ini mengaku dokumen aslinya sudah dititipkan di Kantor Pengadilan Negeri,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *