Peduli Stunting, Puskesmas Harus Lakukan Home Visit,

Penulis : Odhe
Editor : Odhe

HALTENG, Teropongmalut.com – Masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah patut bersyukur dengan kehadiran sosok pemimpin yang peduli dengan kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, menekan inflasi dan membangun sarana prasarana untuk kebutuhan masyarakat Halmahera Tengah yang lebih baik.

Terkait dengan kesehatan khususnya penanganan stunting Penjabat Bupati Halteng, Ir. Ikram Malan Sangadji menegaskan pihak puskesmas harus lakukan Home Visit agar setiap perkembangan kesehatan balita dan keluarga. Kepedulian tentang kesehatan harus ditingkatkan dengan action bukan sebaliknya,” tegas Bang Iki sapaan Pj. Bupati Halteng ini.

Bang Iki gelar blusukan di puskesmas Wairoro tinjau angka stunting

Dengan durasi waktu kerja yang kurang lebih lima bulan memegang tongkat Komando di bumi Fagogoru ini, Bang Iki tak bosan-bosannya melakukan blusukan di setiap desa dengan door to door. Bahkan desa terjauh di Kecamatan Pulau Gebe yakni desa Umiyal (Pulau Yoi) telah ia jejaki.

Blusukan yang dilakukan Penjabat Bupati Halteng di Puskesmas Wairoro Sabtu, (13/05/2023) ini bertujuan untuk menyaksikan secara langsung untuk memahami berbagai masalah yang dialami oleh masyarakat. Karena itulah Pj. Bupati yang biasa disapa Bang Iki ini tidak pernah merasa lelah apa lagi berhenti tanpa spasi bekerja untuk mengelilingi bumi fagogoru untuk menyapa dan memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa pemerintah selalu ada untuk bersama masyarakat.

Dalam blusukan itu, Bang Iki memberikan arahan kepada petugas gizi untuk membuat grafik perkembangan pasien stunting. “Harus ada grafik progres panjang dan berat anak stunting per individu, petugas gizi harus punya inovasi memantau progres bulanan sehingga bisa diketahui dari grafik bulanan,” ujarnya mengarahkan.

Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Kemenko Marves itu juga bermaksud jika dalam bulan tertentu tejadi penurunan berat badan maka petugas gizi merekomendasikan kepada dokter untuk melakukan chek kondisi balita atau stunting agar diketahui penyebab menurunnya berat badan.

Apabila lanjut Bang Iki, pasien stunting tidak datang melalukan pemeriksaan, pihak puskesmas harus melakukan home visit untuk mengetahui permasalahan di keluarga. “Saya berharap kita tidak bekerja pasif karena karakteristik masyarakat perlu kita pahami juga,” pungkasnya.

Bang Iki juga menjelaskan bahwa hasil pemantauan progres anak stunting menjadi rujukan bagi desa untuk menetapkan jenis dan pola makanan bergizi bagi anak stunting di tingkat desa. “Jadi sangat penting bagi petugas puskesmas melakukan home visit tersebut,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *