Peduli Wato-wato, Ratusan Warga Buli dan Mahasiswa Gelar Aksi Tolak Ekploitasi PT Priven Lestari

Reporter : Odhe
Editor : Redaktur

HALTIM, Teropongmalut.com – Ratusan warga masyarakat Buli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur Rabu tanggal 6 September 2023 menggelar aksi penolakan aktivitas eksploitasi pertambangan PT. Priven Lestari di area gunung Wato-wato yang terletak di belakang kampung Buli.

Aksi yang sama juga digelar di depan kediaman Gubernur Provinsi Maluku Utara di Kota Ternate oleh sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato. Mahasiswa mendesak kepada Gubernur Maluku Utara AGK untuk segera mencabut izin usaha pertambangan (IUP) PT. Priven Lestari di Kabupaten Halmahera Timur yang luas wilayahnya kurang lebih 4.953 hektare tersebut.

Foto aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa tolak tambang

Fardin Basrah dalam orasinya mengatakan, Provinsi Maluku Utara masuk dalam dapur ekonomi secara nasional, lewat kebijakan proyek strategi nasional (PSN) yang turut dilegitimasi lewat pemerintah baik Provinsi dan Daerah.

“Terkhususnya Kabupaten Halmahera Timur yang memiliki total luasan IUP sebesar 173.681.11 hektare yang dimiliki oleh 20 perusahaan tambang,” beber Fardian.

Menurutnya, desa Buli Kecamatan Maba saat ini telah terancam dengan adanya IUP yakni PT. Priven Lestari yang luas wilayah konsesinya sebesar 4.953 hektare yang IUP-nya tidak lebih 1 kilometer dari pemukiman warga. Apalagi, kata dia, letak IUP PT. Priven Lestari berada di pegunungan curam di tubuh gunung Wato-wato dan juga hutan di kawasan pegunungan Wato-wato masuk dalam kawasan hutan lindung,” lanjutnya.

Baginya, banjir dan meluapnya sungai-sungai adalah ancaman yang pastinya terjadi jika PT. Priven Lestari melakukan aktivitas pertambangan di belakang Buli, Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur. Belum lagi, lanjutnya, warga Buli sudah menjadikan gunung Wato-wato sebagai sumber penghidupan mata air, karena terdapat 9 badan sungai, 5 sumber mata air bersih yang menghidupkan 8 desa. Untuk itu Fardin menyatakan, gunung Wato-wato menjadi sumber penghidupan bagi warga Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur,” tegasnya.

Fardin dan masa aksi juga mengutuk keras atas pengajuan dokumen persyaratan izin lingkungan PT. Priven Lestari ke Pemprov Maluku Utara diduga memanipulasi dan tidak berdasarkan kenyataan dan kondisi yang sebenarnya. Untuk itu, Gubernur Provinsi Maluku Utara ditegaskan agar mencabut IUP PT. Priven Lestari,” tuntasnya.

IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
SAVE_20240410_210756
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *