Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Usaha Kuliner Bunga Telang Yang Inovatif dan Kemasan Ramah Lingkungan

DR. ARINI ZAHROTUN NASICHAH, S.Pd,.M.Pd

DR. TASLIM DIN NUR, M.Pd

UMIYATI S.Pd (Mahasiswa Magister Pendidikan Biologi Unkhair Angkatan 2021)

Maluku Utara, Bunga telang adalah bunga liar asli Ternate yang banyak tumbuh merambat di kebun-kebun dan pekarangan warga Ternate, namun masyarakat banyak yang belum mengetahui manfaat bunga tersebut sebagai pangan fungsional, bahan obat maupun kosmetik. Sebagai pewarna alami biru, masyarakat Ternate juga belum familiar dengan bahan alam tersebut karena yang selama ini mereka gunakan adalah pewarna makanan sintetik yang dijual di toko.

Keberadaan bahan pengawet dan pewarna kimia sintetik sering menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian konsumen karena dapat menimbulkan dampak negatif. Salah satu pigmen alami yang berpotensi untuk digunakan sebagai pewarna alami adalah antosianin yang berasal dari bunga telang (Clitoria ternatea). Pemanfaatan bunga telang dalam bidang pangan telah dilakukan di beberapa negara (Budiyati, dkk 2012)) Jika bunga telang diaplikasikan sebagi pewarna pada makanan atau minuman, tampilan kuliner yang disajikan menjadi jauh lebih menarik dan lebih sehat, ditambah dengan pengemasan yang unik akan menjadikan produk kuliner menjadi lebih berkualitas.

Berdasarkan pantauan kami, masyarakat penggiat UMKM kuliner di Kota Ternate hampir semuanya menggunkan kemasan plastik dan stereoform. Plastik dan stereorm merupakan bahan yang yang bersifat karsinogenik (Sulchan dan Endang, 2007). Ini adalah salah satu produk penyumbang limbah cukup besar tidak hanya di Kota Ternate tetapi juga di daerah lain, sehingga masyarakat pelaku UMKM kuliner harus mendapatkan edukasi yang memadai dan tepat sasaran melalui strategi learning by doing. Yaitu, belajar bagaimana memilih kemasan yang baik, menarik, marketable dan ramah lingkungan dengan cara langsung menggunakannya (praktik) pada produk-produk mereka sendiri.
Kelompok sasaran adalah ibu-ibu yang sudah terampil membuat produk kuliner yang beberapa diantaranya sudah menjalankan usaha. Namun Masa pandemi membuat usaha mereka meredup karena daya beli masyarakat yang menurun, sementara jumlah kompetitor juga sangat banyak. Ibu-ibu di RT 005 menyukai hal baru, mau belajar dan memiliki semangat untuk maju. Oleh sebab itu, rencana kegiatan pelatihan ini disambut dengan baik dan antusias oleh mereka sebagai kelompok sasaran.

Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra tersebut, kami menawarkan solusi kepada mereka untuk mengembangkan usaha kuliner yang inovatif dari bunga telang baik dari segi tampilan produk yang lebih menarik, diversifikasi produk yang beragam, maupun kemasan yang unik, marketable dan ramah lingkungan melalui kegiatan pelatihan ini.
Melalui sosialisasi secara pengenalan dan pemanfaatan bunga telang dengan pendekatan kelompok yang telah kami lakukan sebelumnya, rencana kegiatan pelatihan ini telah disetujui oleh Ketua RT setempat dan disambut dengan antusias oleh ibu-ibu warga RT tersebut karena ingin bangkit kembali menggiatkan usaha kulinernya dengan sentuhan inovasi yang kami tawarkan. Bagi yang belum memiliki usaha namun memiliki hobi memasak dan ingin menambah penghasilan, mereka berkeinginan membuka usaha baru kuliner berbahan bunga telang yang minim kompetitor sehingga menjadi peluang yang cukup menjanjikan.

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Kelurahan Bastiong Talangame secara administratif berada di Kecamatan Ternate Selatan, yang terbagi menjadi 3 RW dan 12 RT. Wilayah kelurahan ini sangat strategis karena dekat dengan beberapa pelabuhan, yaitu pelabuhan perikanan,pelabuhan Semut Mangga dua, Pelabuhan speed Bastiong, Pelabuhan Besar Bastiong dan pasar inpres Bastiong, sehingga populasi penduduk diwilayah ini sangat padat. Toko,warung nasi dan kios2 kecil banyak bermunculan disini.

Warga Bastiong Talangame, yang merupakan ibu-ibu rumah tangga banyak yang bergiat untuk berwirausaha kuliner, baik makanan maupun minuman. Diantara beberapa RT tersebut RT 005 merupakan wilayah kelurahan yang banyak terdapat ibu-ibu rumah tangga yang bergiat mencari tambahan penghasilan dengan berjualan nasi kuning atau membuat kue-kue tradisional.

METODE PELAKSANAAN
Kegiatan ini dilaksanakan dalam 5 tahap , yaitu sosialisasi, pelatihan, pameran produk, buka usaha dan evaluasi kegiatan . Kelima tahap tersebut diuraikan sebagai berikut:

  1. Sosialisasi
    Sosialisasi dilaksanakan dalam rangka sosialisasi program PKM dan pembekalan pengetahuan kelompok mitra tentang Bunga telang sebagai tanaman asli Ternate dan manfaatnya sebagai pewarna alami yang menyehatkan. Sosialisasi dilaksanakan secara daring melalui grup whatsaap. Di akhir kegiatan ini, peserta dipersilahkan untuk memilih dan menentukan produk apa yang akan mereka buat sesuai dengan minat masing-masing berdasarkan klasifikasi produk yang kami tawarkan. Klasifikasi produk meliputi makanan utama, dessert dan minuman.
  2. Pelatihan
    Pelatihan dilaksanakan setelah sosialisasi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada kelompok mitra tentang cara-cara memanfaatkan bunga telang untuk produk kuliner inovatif dan menarik dengan metode demonstrasi. Selain itu, pada tahap ini juga diberikan pemahaman tentang pentingnya kemasan yang inovatif, menarik dan ramah lingkungan serta strategi pemasaran produk berbasis IT. Selanjutnya, pada sesi ini juga peserta dilatih untuk membuat rencana usaha. Di akhir sesi ini peserta diberikan tugas rumah untuk menyusun rencana usaha sederhana dengan produk yang dipilih pada tahap sosialisasi
IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
SAVE_20240410_210756
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *