Pemerintah Desa Sabatai Baru Morsel Pake Uang Program Ketapang Untuk Beli Bibit 15 Ekor Babi: Inisiatif Pembelian Bibit Babi dalam Program Ketahanan Pangan

Morotai TeropongMalut — Pemerintah Desa Sabatai Baru, Morotai Selatan, Morotai, menggunakan uang/Doi program ketahanan pangan untuk belanja bibit ternak babi sebanyak 15 ekor. Sekarang, babi sudah mulai beranak pada Senin, 08 Juli 2024.

Perlu diketahui, anggaran ketahanan pangan Pemerintah Desa di belanjakan untuk pembibitan holtikultura untuk petani 2 unit mesin dan perahu fiber khusus kelompok nelayan. Sedangkan 15 ekor babi khusus untuk kelompok peternakan.

Terkait belanja pembibitan babi, itu tidak termuat dalam postur Peraturan Desa (Perdes) program ketahanan pangan di seluruh desa.

Yang ada hanyalah belanja pembibitan holtikultura berupa cabe, tomat, bawang, serta belanja perahu fiber maupun mesin untuk kelompok nelayan.

Namun, Pemerintah Desa Sabatai Baru tetap belanja babi atas dasar kebijakan Pemerintah Desa dan kemauan kelompok peternakan, sehingga Pemerintah Desa ikut membeli pembibitan 15 ekor babi.

Awak media mewawancarai salah satu yang mengurus belanja babi. Dirinya “menjelaskan bahwa bibit ternak babi belanja di Desa Buho Buho, per ekor babi seharga 300 ribu, sehingga total belanja babi dari program ketahanan pangan sebesar 3 juta”. Pungkas Insial Xxx.

“Dari ketersediaan anggaran peternakan 10 juta, sisanya biaya transportasi dari Buho Buho ke Sabatai Baru, serta biaya perawatan babi,” tutur Insial Xxx.

Kepala Desa Sabatai Baru, Morotai Selatan, Morotai, Maluku Utara, Kepala Desa, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan Sabatai Baru pembibitan holtikultura lagi pesanan ke pihak ketiga berdasarkan petunjuk dan perintah dari Dinas BPMD.

Sehingga pembibitan holtikultura masih pembibitan dari pihak ketiga penyerahkan ke Pemerintah Desa Sabatai Baru.

Barulah Pemerintah Desa menyerahkan ke kelompok petani, sedangkan perahu fiber masih dibuat, mesinnya sudah tersedia 2 unit setelah selesai pembuatan perahu fiber. Setelah itu, semuanya diserahkan ke kelompok nelayan tutur Kades. (TS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *