Pengurusan Kartu Kuning Meroket di Morotai: Sulitnya Lapangan Pekerjaan Mendorong Pencari Kerja Keluar Daerah

Pulau Morotai, TeropongMalut — Pengurusan Kartu Kuning bagi peminat pencari kerja di Morotai setiap tahun mengalami peningkatan signifikan pada Senin, 13 Mei 2024

Akibat ketersediaan lapangan kerja di Morotai nihil/kosong, terpaksa harus mencari pekerjaan di luar daerah. PT. Iwip menjadi alternatif solusi untuk mengatasi pengangguran, dengan Iwip sebagai solusi pendaftar kerja.

Pantauan awak media di loket bagian pelayanan Kartu Kuning di depan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, sejumlah pencari kerja sedang antri untuk membuat permohonan Kartu Kuning sebagai syarat mendaftar ke perusahaan Iwip Lilef Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Sejumlah pencari kerja mengaku bahwa sulitnya ketersediaan lapangan kerja di Morotai mendorong mereka untuk keluar mencari pekerjaan, dan rata-rata pencari kerja berminat untuk bekerja di PT Iwip.

Awak media melakukan wawancara dengan Kabid Ketenagakerjaan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Morotai, yang akrab disapa Ama. Ia menjelaskan “bahwa untuk pelayanan Kartu Kuning saat ini sudah menggunakan sistem aplikasi berbasis online. Total pengurusan Kartu Kuning setiap tahun mengalami peningkatan akibat tingginya peminat pencari kerja yang keluar dari Morotai karena tidak ada lapangan pekerjaan yang tersedia. Jumlah Kartu Kuning dua tahun terakhir, yaitu 2022 sebanyak 1056, 2023 sebanyak 1653, sedangkan per bulan Mei 2024, jumlah Kartu Kuning sebanyak 846,” pungkas Ama.

Salah satu pencari kerja dengan nama Semarang Indra mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Pemerintah Daerah Morotai karena tidak memiliki solusi yang ideal untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda Morotai. “Bagaimana perputaran keuangan tidak lambat jika lapangan kerja saja di Morotai tidak tersedia,” ucap Indra. (TS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *