Penyelenggara Pemilu Serentak Dinilai Buruk, Karena Dugaan Perihal Ini,

Reporter : Odhe 

Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Pemilihan Umum serentak tahun 2024 yang dijadwalkan secara nasional pada tanggal 14 Februari dinilai paling terburuk dengan pemilu tahun sebelumnya. Buruknya penyelenggaraan pemilu tahun ini diduga sejumlah oknum penyelenggara terlibat dalam politik praktis sekaligus merusak prinsip demokrasi. Kontestan politik pada Pemilu serentak tahun ini terbilang sangat buruk.

Buktinya, meski begitu banyak dugaan kecurangan dan masalah terjadi pada keberlangsungan pemungutan surat suara (PPS) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, Bawaslu Halteng dinilai bungkam atas semua persoalan karena diduga ada keberpihakan pada calon tertentu.

“Bayangkan meskipun banyak laporan dugaan kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu dan KPU tetapi kedua lembaga negara tersebut seolah diam membisu, ada apa?

Buktinya ada dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di TPS 05 desa Tepeleo Batu Dua Kecamatan Patani Utara misalnya, Bawaslu dan KPU dianggap tak mampu mengambil tindakan, apa lagi keputusan untuk melaksanakan PSU guna menjaga warwanya sendiri. Hal ini pun dianggap gagal dan momok buruk sepanjang sejarah politik.

Hal ini kami sampaikan karena pada tanggal 14 Februari 2024 sekitar pukul 03.29 WIT puluhan masyarakat desa Tepeleo Batu Dua menyaksikan secara langsung proses coblos sendiri sisa surat suara Kabupaten dan Provinsi.

Surat suara Kabupaten dan Provinsi itu kemudian dibagikan langsung oleh Farhan selaku Ketua KPPS TPS 5 Tepeleo Batu Dua bersama anggotanya kepada para saksi dari Partai Hanura, PAN dan Gelora untuk di coblos. Bahkan peserta pemilih dari TPS lain juga berpartisipasi di TPS 5 Tepeleo Batu Dua untuk mencoblos sisa surat suara tersebut. Kejadian ini dilihat secara langsung dan bahkan di Video oleh Pengawas TPS 5. Namun, hal tersebut tak dianggap sebuah pelanggaran pemilu oleh Bawaslu dan KPU, ada apa.

Salah satu peserta pemilih di TPS 5 Tepeleo Batu Dua, Shahwan Khaerun kepada media ini membenarkan pelanggaran itu terjadi. Saat itu dirinya berada diluar TPS. Setelah saya dengar keributan yang terjadi didalam TPS 05, saya bersama salah satu teman langsung merapat ke TPS dan ternyata betul. Mereka (KPPS) membagikan sisa surat suara ke beberapa orang untuk di coblos,” katanya, Selasa (27/2/2024).

Pengawas TPS 5, Misba juga mengakui bahwa pada saat mereka membuat kesepakatan hingga pada proses coblos sendiri, dirinya dengan sengaja merekam dalam bentuk vidio. Vidio itu kemudian di kirim ke Ketua PanWas Kecamatan, Hajri sebagai bentuk laporan bahwa di TPS 5 Batu Dua telah terjadi pelanggaran pemilu. 

“Waktu itu saya sengaja vidio agar menjadi bukti bahwa di TPS 5 Batu Dua telah terjadi pelanggaran pemilu. Kemudian saya kirim ke Ketua PanWas. Tidak berselang lama, mereka langsung datang untuk mengecek kondisi di TPS habis itu mereka langsung balik,” ungkap Misba.

Sementara Ketua KPPS TPS 5 Tepeleo Batu, Farhan mengakui kejadian itu. Menurut keterangan Farhan, tak hanya sisa surat suara yang dia berikan, beberapa orang yang tidak memiliki DPT di TPS 5 Batu Dua juga dikasih kesempatan untuk coblos. 

“Benar, saya sendiri yang kasih sisa surat suara itu. Dan saya sendiri yang kasih Lima surat suara ke Sembilan orang yang tidak memiliki DPT di TPS 5 Tepeleo Batu Dua. Tiga dari Sembilan orang itu, tidak memiliki DPT di Halmahera Tengah,” jelas Farhan kepada sejumlah awak media.

Untuk diketahui, peristiwa indikasi kecurangan di TPS 5 Desa Tepeleo Batu Dua itu, disaksikan langsung dan didokumentasikan oleh Pengawas TPS yang merupakan bagian integral dari struktur Panwascam Patani Utara dan Bawaslu Kabupaten Halmahera Tengah. Setelah peristiwa indikasi kecurangan itu terjadi, Panwas TPS tersebut langsung melaporkan kepada PanWas Kecamatan disertai dengan bukti-bukti video.

Sehingga, mestinya Panwascam kecamatan sudah harus menindaklanjuti laporan dari Panwas TPS tanpa harus menunggu laporan dari  masyarakat. Jadi kalau dianggap laporan masyarakat itu kurang bukti, maka itu adalah kekeliruan yang fatal, karena pelanggaran justru disaksikan oleh Pengawas sendiri yang nota bene adalah penyelenggara.

IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
SAVE_20240410_210756
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *