Percuma Jadi Polisi Kalau Aksi Oknum Ini Terus Merugikan Negara

Penulis : Odhe
Editor : Redaksi

HALSEL, Teropongmalut.com Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini kemarin sejumlah warga mendesak kepada Kapolda Maluku Utara agar mengevaluasi kinerja oknum anggotanya bertugas di Polsek Maffa Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan, karena percuma jadi polisi kalau tak mengandi kepada negara justru lebih fokus berbisnis kayu olahan secara ilegal sehingga berdampak pada kerugian negara.

Buktinya, oknum anggota Polsek Maffa inisial IS sudah mengangkangi Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota kepolisian Negara Republik Indonesia poin (d) Anggota kepolisian dilarang bekerjasama dengan orang lain didalam atau di luar lingkungan kerja dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung yang merugikan kepentingan negara,” ungkap sejumlah warga saat ditemui media ini Rabu tanggal 19 Juli 2023 kemarin.

Menurut warga masyarakat bahwa kami kesal dengan operasi penyitaan kayu olahan kami kemarin. Karena selain kami warga yang main kayu olahan secara ilegal, oknum anggota Polsek Maffa inisial IS juga sejak lama bermain kayu hingga dari keuntungan aksi ilegal yang merugikan negara itu, yang bersangkutan berhasil membeli beberapa truk untuk melancarkan aksi ilegalnya.

“Jadi kami meminta kepada Kapolda Maluku Utara agar mengevaluasi kinerja oknum anggota Polsek Maffa inisial IS ini karena sejauh ini aksi pembalakan liar dan angkutan kayu olahan tanpa membayar PSDH terhadap negara. Untuk itu, murni aksi yang bersangkutan selama ini sudah merugikan negara yang sangat besar,” ujar warga lagi.

Tak hanya itu, karena aksinya dilakukan secara ilegal,  tanpa melakukan reboisasi atau penanaman ulang guna mengganti hasil hutan kayu yang ditebang personelnya atau orang kerjanya.

Kami juga meminta kepada Dinas Kehutanan (Dishut) Pemprov Maluku Utara agar tak mempercayai personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang ditugaskan disetiap Kabupaten/Kota karena kenerja mereka tak efektif justru terindikasi ikut merugikan negara,” ucap sejumlah warga yang ditemui Rabu sampai Kamis tanggal 20 Juli 2023 siang tadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *