Polres Pulau Morotai Rilis Kronologis Upaya Penganiyaan

  • Share

Morotai-TeropongMalut.com, Kasus Dugaan tindak pidana ” Penganiayaan ” yang terjadi pada hari Selasa Tanggal 05 Oktober 2021 sekitar pukul 13.40 wit, bertempat di ruang kerja Kabag Umum Setda Kabupaten Pulau Morotai yang berkedudukan di Desa Muhajirin Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 353 ayat 1 sub 351 Ayat (1) KUHPidana.

MODUS OPERANDI :

Pada tahun 2016 sampai tahun 2020 pelaku adalah bendahara Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pulau Morotai, di dalam jabatan yang di emban oleh pelaku sering di perintah oleh saudara IRWAN KARIM selaku KABAG UMUM untuk mencari pinjaman kebeberapa tempat hingga ditotalkan kurang lebih sekitar Rp 2 milyar dengan suku bungah sebanyak 20 %, dari tahun 2017-2019, dari jumlah pinjaman sebanyak Rp 2 milyar tersebut sudah dilunasi namun masih tersisah sebanyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) kepada saudara H.PABO BAIDE.

Pada tahun 2020 awal pelaku bersama dengan saudara IRWAN KARIM dan SEKDA Kabupaten Pulau Morotai, ASEP KHARIE menyelesaikan permasalahan pinjaman tersebut dan disepakati bersama tersangka akan menggantinya sebanyak Rp.300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) sedangkan IRWAN KARIM akan mengganti sebanyak Rp, 200.000.000 (dua ratus juta rupiah ).

Saudara IRWAN KARIM telah memberikan uang sebanyak Rp. 20.000.000 (dua puluh juta upiah) sedangkan sisahnya akan dibayarkan setiap bulannya sebanyak Rp, 20.000.000 (dua puluh juta rupiah), uang tersebut tersangka sudah memberikan kepada pemilik uang H. PABO BAIDE sedangkan tersangka sendiri telah memberikan 3 hektar tanah kepada saudara H. PABO BAIDE.

Namun nilai uang dan 3 hektar tanah belum mencukupi sebanyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah), sehingga setiap hari saudara H. PABO BAIDE mendesak tersangka untuk melunasi uang pinjaman dan tersangka meminta janji dari saudara IRWAN KARIM akan tetapi saudara IRWAN KARIM tidak lagi menepati janjinya.

Tersangkapun semakin hari semakin stress akibat Desakan saudara. H. PABO BAIDE hingga pada akhirnya tersangka tidak berpikir panjang tepatnya pada hari Selasa, Tanggal 05 Oktober 2021 Sekitar Pukul 09.00 WIT tersangka sebelum masuk kantor terlebih dahulu membeli sebilah parang di pasar Modern Gotalamo dengan tujuan untuk melukai saudara IRWAN KARIM (Kabag Umum).

Setelah itu tersangka masuk kantor dengan membawah parang yang telah disimpan didalam tas miliknya, setelah masuk kantor tersangka mencari kesempatan untuk melakukan penganiayaan terhadap saudara IRWAN KARIM sambil bercanda dengan teman-teman kantor.

Setelah pada pukul 13.40 wit saudara IRWAN KARIM bersama dengan tamu keluar dari ruangan kerja saat itu tersangka memanggil saudara IRWAN KARIM untuk masuk kembali di dalam ruangan, kemudian tersangka, dan saudara IRWAN KARIM saling berhadapan sambil tersangka mengatakan “ saya akan potong pak kabag, karena sudah tidak peduli dengan tersangka, setelah itu tersangka membuka tas dan mengambil sebilah parang kemudian membacok saudara IRWAN KARIM pada bagian belakang sebanyak 4 kali hingga melukai tubuh pada bagian belakang saudara IRWAN KARIM.

WAKTU KEJADIAN :

Pada Hari Selasa, Tanggal 05 Oktober 2021 Sekitar Pukul 13.40.wit

T K P :

Ruang kerja Kabag Umum Setda Kab. Pulau Morotai yang berkedudukan di Desa Muhajirin Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai.

KRONOLOGIS KEJADIAN :

Kejadian terjadi pada hari Selasa 05 Oktober 2021 sekitar pukul 13.40 Wit Yang awalnya pada saat itu sekitar pukul 12.00 wit terlapor saudara FREDRIK HAPE datang dan masuk ke dalam ruangan kerja saya namun saat itu saya bersama saudara ANWAR HUSEN sebagai kepala Dinas Pertanian,  sehingga saya menyuruh terlapor saudara FREDRIK HAPE untuk menunggu diluar.

Setelah beberapa jam kemudian saya memanggil saudara ANWAR HUSEN untuk makan siang bersama, dan pada saat saya dan saudara ANWAR HUSEN keluar dari ruangan saya melihat terlapor suadara FREDRIK HAPE sedang duduk bersama saudara HIDAYAT TANIMBAR sehingga saya  lanngsung memanggil bahwa terlapor agar ikut makan siang bersama kami.

Namun terlapor pada saat itu mengatakan terlapor ada perlu dengan saya dan sayapun menyuruh terlapor untuk masuk kedalam ruangan kerja saya, pada saat saya dan terlapor saudara FREDRIK HAPE masuk tiba-tiba saudara FREDRIK HAPE menutup pintu  dan langsung mengeluarkan sebuah parang dari dalam tas yang dibawahnya dan mengtakan kepada saya dengan kalimat ” TONI TOOMA ” (saya bunuh kamu).

Kemudian saya langsung menahan tangan terlapor yang pada saat itu memegang sebuah tangan dan memeluk terlapor namun tangan terlapor terlepas sehingga terlapor membajok ke arah belakang sebanyak tiga kali.  Dan sayapun langsung berusaha menyelamatkan diri dengan cara menyelamatkan diri dari dalam ruangan kerja saya tersebut untuk meminta pertolongan.

Dari hasil Penyidikan telah dilakukan Penyitaan terhadap Barang Bukti berupa :

Disita Dari saudara IRWAN KARIM
1 (satu) Buah Kaos Dalam Warna Putih dengan bercak darah

Disita Dari Saudara FREDRIK HAPE
Sebilah Parang
1 (satu) Buah Tas Punggung berwarnah biru

AKIBAT YANG DIALAMI :

Saudara IRWAN KARIM (korban) mengalami Luka Goresan pada bagian belakang. (Tim/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *