Rakyat Fagogoru Tak Minta Merdeka, Tapi Minta DOB Halmahera Raya

Exif_JPEG_420

Reporter : Odhe 

Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Panitia Presidium Besar (PB-FAGOGORU) memfasilitasi Konferensi Pers dalam rangka untuk mengumumkan kepada publik Maluku Utara dan khususnya rakyat Fagogoru mulai dari Gane, Wasile, Maba, Patani, Gebe dan Weda bahwa di tanggal 25 Desember 2023 itua akan digelar konsulidasi dan silaturahmi besar.

Dimana konsultasi besar itu sebagai tindak lanjut dari musyawarah besar kelima Fagogoru di Kota Ternate pada bulan Oktober yang lalu, tadi sudah disinggung sedikit historis perjalanan organisasi ini, ingin saya katakan bahwa Fagogoru ini secara kelembagaan itu dibentuk sejak tahun 1964 di mana saat itu para tokoh-tokoh Fagogoru yang terdiri dari Gane, Weda, Patani, Gebe dan Maba, Wasile berkumpul dalam satu ikatan kekeluargaan yang harmoni kemudian membentuk wadah ini dan turut memberikan lanjut terhadap perjuangan Provinsi Maluku Utara pada saat itu,” ungkap Abd Rahim Odeyani yang juga Panitia PB-FAGOGORU ini.

Salah satu bukti adalah sumbangan satu ton kopra 1000 dari Dakomip Weda kepada para pejuang-pejuang Provinsi Maluku Utara pada saat itu di Ternate, tetapi gagal dan di tahun 1999 perjuangan itu dilakukan dan lahirlah UU Nomor 46 tahun 1999 tentang pembentukan Provinsi Maluku Utara.

Karena itu kami merasa penting sekali bahwa wadah ini adalah wadah paguyuban yang sifatnya “guyubey” dan nuansanya adalah nuansa kekeluargaan nuansanya adalah nuansa hubungan familiar antara masyarakat yang ada di wilayah Fagogoru. Karena itu terbentuknya wadah ini adalah untuk membantu pemerintah baik pemerintah pusat pemerintah daerah maupun lembaga-lembaga pemerintahan yang lain dalam rangka untuk mensukseskan pembangunan yang betul-betul merata berkeadilan yang bisa dirasakan oleh masyarakat Fagogoru,” pungkasnya.

Nah kita tahu semua bahwa dalam 5 tahun terakhir ini pemerintah pusat menetapkan wilayah Fagogoru sebagai salah satu kawasan strategi nasional bahkan proyek strategi nasional dalam program tersebut kita lihat semua bahwa orientasinya adalah pengelola hilirisasi nikel yang ada di Halmahera Tengah maupun yang ada di Halmahera Timur yang mungkin tahun ini tahun depan sudah berjalan 140 sekian triliun yang investasi. 

Karena daerah ini memiliki sumber daya alam yang cukup besar kami tidak ingin agar kami hanya menjadi penonton atau menjadi objek dari suatu kebijakan pembangunan itu sendiri, kami berkeinginan masyarakat Fagogoru itu menjadi subjek pembangunan tidak sekedar menjadi objek pembangunan. Untuk itu kami berharap keberadaan wadah ini bisa menjadi mitra, bisa menjadi teman, bisa menjadi sahabat dari pemerintah daerah dalam rangka untuk melaksanakan program -program pembangunan yang ada di Halteng, Haltim dan kemudian ada di Gane. Untuk itu DOB adalah solusi sehingga kami berharap Pemerintah Pusat membuka kran tersebut. 

“Karena kami tak minta merdeka, kami hanya minta DOB guna menjawab kebutuhan masyarakat Fagogoru,” tuntasnya.

IMG-20240406-WA0003
IMG-20240406-WA0008
IMG-20240406-WA0005
IMG-20240408-WA0072(1)
IMG-20240409-WA0018
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0001
IMG-20240401-WA0056
@reallygreatsite_20240402_164508_0000
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0052
IMG-20240407-WA0028
IMG-20240406-WA0045
previous arrow
next arrow
IMG-20240406-WA0000
IMG-20240404-WA0028(1)
IMG-20240404-WA0027(1)
SAVE_20240410_210756
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *